SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

20 November 2014

Tagged Under:

Mental Miskin

Share

Selamat ulang tahun! Makan-makan di mana kita?

Wahhh... promosi ya? Kapan nih makan-makannya?

Makan yuk?
Asyik.. mau dibayarin nih.

Salam tempelnya mana?

Ke Luar Negeri ya? Oleh-olehnya yaaaaa...

Familiar sama percakapan begini? Saya gagal paham. Setahu saya 200juta bangsa Indonesia (according tu Opa Rhoma) tau bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Cuma.... entah kenapa percakapan begini bolak-balik muncul.

Orang kita menolak pungli dengan sepenuh hati.. tapi dengan senang hati nodong teman. Iya.. menurut saya ini sih salah satu bentuk penodongan. Nodong halus.

Kalau kita beneran peduli dengan ulang tahun seseorang, beneran senang.. kita ga bakal minta traktir deh. Contohnya nih ya, saya tau lakik saya mau ulang tahun bentar lagi, apakah saya menanti-nanti diajak makan ke sebuah restoran mewah oleh dia ? Ga... Sebaliknya saya yang bingung nyari kado apa yang dia suka, makanan apa yang dia pengen, dsbnya. Saya mau memberi karena ikut senang.. bukan berniat meminta karena dia lagi senang.

Ihhh itu kan suami, beda lah!

Lah emang beda... suami/keluarga yang tanggal lahirnya kita hapal di luar kepala aja ga kita minta traktir, malahan berusaha mentraktir apalagi ultah teman yang ingatnya pun diingatin facebook.

Sama dengan pencapaian-pencapaian istimewa orang lain. Kalau beneran peduli, kita (minimal) menyelamati dia. Lebih bagus lagi kalau ngasih kado. Bukannya berusaha mencari cara biar makan gratis.

Analisis sok tau nan judes saya adalah... karena berabad-abad hidup dengan keharusan memberi upeti, orang Indonesia itu doyan minta upeti. Ish... judes banget kan.*keplakin jari telunjuk*

Atau karena berpuluh-puluh tahun terdoktrin sebagai warga dari negara miskin nan berkembang, mental kita mental orang miskin. Senang minta. Kalau bisa gratis kenapa harus beli.

Jadilah orang rebutan bikin surat keterangan tidak mampu. rebutan subsidi. Rebutan sembako. Rebutan kurban.

Di kelas menengahnya juga gitu. Rebutan minta traktir. Rebutan minta oleh-oleh. Rebutan minta. Rebutan nodong halus.

Kita lupa, kalau bermental miskin.. miskin lah kita. Selalu merasa kurang. Selalu mengasihi diri sendiri. Memantaskan diri menjadi orang yang diberi. Bukan memantaskan diri agar menjadi orang yang memberi.. orang bermental kaya.

Post a Comment