SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

04 March 2015

Tagged Under:

The Question

Share

Suatu hari tiba-tiba Suami Prohemer nanya ke saya "Rencananya mau ngapain setelah keluar kantor?"

Ini kalau di NLP masuk trik "Mau sarapan pakai roti apa nasi goreng?"  Pilihan apapun yang dipilih pada akhirnya keinginan si penanya lah yang tercapai. Milih roti atau nasi goreng, akhirnya kan sarapan. Jadi di kasus pertanyaan tiba-tiba Suami Prohemer ini.. yang mutlak itu saya berhenti ngantor.

Tarakdungces!

Berhenti kerja selama ini ga pernah masuk dalam perbincangan kita. Mungkin masuk.. tapi sayanya lupa. *buruburu diralat sebelum dilempar kapal selam* Jadi.. meski suka bikin postingan menderita karena kerja beda kota sama kesayangans, yang kepikiran sama saya itu gimana caranya pindah ke Bandung. Bukan berhenti.

Iya sih pernah kepikiran keluar dan kerja di tempat lain.. tapi.. belum pernah kepikiran jadi rich housewife nan hepi gitu.

Karena... saya takut.

Takut (amit-amit) kalau ada apa-apa yang bikin saya harus punya uang sendiri tapi  saya ga mampu karena ga punya pekerjaan.

Takut saya ga berani mengambil keputusan karena financialy dependent sama suami.

Meski katanya percaya saja sama Allah. Rezeki itu sudah diatur. Jadi ga mungkin ga ada rezeki.

Iya ga ada satu mahlukpun yang akan dibiarkan kelaparan.. cuma... bisa makan pas lapar kan beda sama bisa makan setelah kelaparan amat sekali.

Dan level percaya saya baru sampai "Iya udah diatur.. tapi usaha juga harus." Dan kerja itu bagian dari usaha saya. Somehow, rasa i have control over this life even only tiny winy bikin saya merasa aman. Meski itu placebo karena  kita ga bisa mengontrol hidup kita. Allah yang punya.

Meski katanya rejeki suami istri itu ya 1. Suami istri kerja rejekinya sama aja dengan suami doang yang kerja.

Iya sih.. tapi minimal pas saya kerja saya ngurangin kecemasan suami (meski ga ngurangin tagihan yang harus dibayar suami). Minimal suami ga perlu repot sendiri kalau butuh ini-itu.. ada istri yang bisa diajak mikir juga. Ibarat kapal sekoci saat segala upaya sudah mentok.

Lalu pagi ini saya ingat Metariza, yang meninggalkan kerjaan di Bank Indonesia dan memilih mengurus keluarga saja.

Ada orang yang berani meninggalkan kerjaan impian saya.

Lalu saya khawatir apa?

Post a Comment