SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

28 October 2015

Tagged Under:

Capcai dan Cupang

Share

Penyakit gila no 33 pasangan LDR adalah munculnya keinginan absurd yang tidak penting dan suka tidak dapat ditahan-tahan. 

Oh, ga perlu ditanya sama Mamak Ikal  apakah ini penyakit gila benaran atau karangan saya semata. Mamak ikal ga pernah LDR an. Beliau selalu bareng sama suaminya. Alhamdulillah ya.

Maka sekitar sebulanan kemarin saya terkena penyakit gila nomor 33 ini. Tiba-tiba saya sangat ingin punya peliharaan ikan cupang, satu aja. Pakai batu warna-warni, dan tumbuhan sebatang. Persis seperti gambar ini. Pengin banget. Penginnya itu yang sampai setiap hari kepikiran terus gitu.


Kenapa ikan cupang? Karena meski saya suka dengan perut gendut dan mata belok ikan mas koki, ikan mas koki itu manja. Perawatannya rumit. Dan... saya ini orang yang cuma mandi kalau mau pergi kerja dan orang yang suka malas cuci muka serta pakai krim malam. Gimana juga mau rajin bersihin akuarium demi ikan mas koki, rajin bersihin muka buat diri sendiri aja malas. 

Jadi setelah tanya jawab dengan penjual ikan cupang yang bilang ikan ini tahan seminggu ga dikasih makan dan tahan seminggu pula airnya ga diganti, saya pun kepincut. Pengen melihara ikan cupang. Banget. Titik.

Maka dimulailah petualangan Capcai mencari akurium lucu, batu cantik, dan tanaman palsu. Yang ternyata susah ya. Akuarium bagus dan menawan hati kog mahal sih? Kenapa sih hati ini cenderungnya sama barang-barang mahal tapi dompet ini maunya yang murah. Kalian gitu juga ga? *ditoyor hadirin*

Setelah mempertimbangkan penampilan yang agak memikat hati dan harga yang tak terlalu mencekek kantong, saya pun memilih akuarium pink cantik lucu lengkap dengan pasir pink dan tanaman palsu dari Ace Hardware. Harganya 80ribuan saja. Udah komplit kan ini ya.. tinggal nyari ikannya.

Eh kog pas turun ke pameran bunga saya jatuh hati sama pot bunga yang lebih kelihatan mahal tapi harganya lebih murah? Jadilah pot bunga murah namun kelihatan mahal itu saya beli juga. Tadinya cuma mau punya satu ikan saja, ya ini kan lagi nyoba melihara. Kalau langsung melihara dua ikan, seperti baru nikah terus hamil dan dapat kembar. Shock saya. Tapi apa daya, akuarium pink udah dibeli namun pot bunga ini lucu sekali.  Jadi saat itu saya punya dua akuarium lucu yang minta diisi.

Setelah ada dua akuarium di kamar, saatnya beli ikan cupang di mamang pasar kaget. Yang mana setelah tiga kali kunjungan ke pasar kaget selalu berbuah belanja printilan lain bukannya ikan cupang karena mamangnya ga jualan-jualan. Ya ampun.. mau melihara ikan cupang aja kog halangannya gini amat ya? Ini mau melihara ikan cupang apa mau melihara adik-adik berondong sih? *drama*

Untunglah di kunjungan keempat saya dan mamang ikan cupang berjodoh. Sayapun berhasil membawa dua ekor ikan cupang. Tadinya sama suami, yang lagi dinas di Jakarta, disarankan untuk membeli yang betina juga sebagai teman hidup. Kasian ikannya kalau sendirian. Nanti stress. Ini suara hati ikan cupang apa curhatan suami ya? Namun karena yang betina biasa saja modelnya dan mamangnya ga mau ngasih diskonan (iya... rajam aku karena nawar sama pedagang-pedagang kecil ini) jadinya saya cuma  membeli dua ekor ikan cupang yang jantan. Threesome kita. Eh.

Masukin ke akuarium dan.... minggu pertama langsung ditinggal pulang ke bandung dua hari. Saya sih menitipkan kunci ke penjaga kostan. Minta ikannya dikasih makan dua kali sehari. Cuma ga minta airnya diganti. Mari kita buktikan kata-kata mamang ikan cupang itu, apakah ikannya kuat.

Hasilnya? Kuat dong ikannya.. cuma kog airnya keruh banget ya. Jadi sepertinya harus sering-sering ganti air.

Minggu kedua, ikan cupangnya terpaksa ditinggal seminggu karena saya dinas ke luar kota dan langsung balik bandung. Cuma kali ini saya lupa ninggalin kunci. Jadi selama seminggu ikannya ga dikasih makan. Nyiksa banget sayanya. *tertunduk malu*

Hasilnya? Satu ikan tewas. Satu lagi bertahan hidup.

Minggu ketiga. ikannya ditinggal pulang ke bandung dan saya lupa (lagi) nitipin kunci dan lupa ganti air. Biasanya sebelum ditinggal ke Bandung, air akuariumnya saya ganti dan saya kasih makan dulu. Tapi minggu ini lupa dan ga sempat balik ke kostan sebelum ke Bandung.

Hasilnya, ikannya bertahan hidup. Kece benar ikan satu ini.

Minggu keempat, pertengahan minggu ikan kedua ini pun tewas. Padahal dikasih makan tiap hari. Mungkin sebenarnya dia sudah lemas, sudah kritis. Terus pemiliknya bukannya jadi rajin ganti air malah tetap ganti air seminggu dua kali aja. Jadi aja dia  tewas. Mamang ikan cupang hanya bual belaka. Lhoh?! Tetap ya.. salah promosi si Mamang bukan salah pemilik yang malas-malasan.

Karena ikan cupang mati dua-duanya, saya ga berani laporan sama Tuan Suami. Nanti pasti dimarahin. Tukang nyiksa hewan. Jadi saya diam-diam saja. Cuma my hubby know me so well lah ya. Begitu saya ga pernah nyinggung tentang ikan cupang, beliau langsung nanya "Ikannya mati ya?" hahaha.. ketahuan deh.

Lalu mulailah pengarahan panjang kali lebar soal ga boleh melihara hewan lagi. Tadinya saya masih mau nyoba melihara ikan cupang sekali lagi, kegagalan itu kan hanya kesuksesan yang tertunda. Namun Tuan Suami langsung mengultimatum ga boleh punya peliharaan. Ya mari istri sholehah nurut perintah suami.

Jadi demikianlah, berakhir sudah petualang Capcai memelihara ikan cupang. Mari untuk mengusir sepi kembali berkutat dengan buku dan film saja. Atau melihara dedek-dedek lucu yang suka makan jagung? Eh.

Oh ya.. keinginan absurd berikutnya adalah SAYA PENGEN BANGET MAIN KE SEAWORLD. Tuh kan.. suka absurd. Penyakit gila no 33 penderita LDR. 
Post a Comment