SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

26 October 2015

Tagged Under: ,

Pengobatan Bell's Palsy

Share

Seperti yang tertulis di postingan yang ini, saat Tuan Suami menderita Bell's Palsy, kami -beliau ding, saya kan cuma kadang-kadang aja nemenin- hanya menempuh pengobatan alternatif. Salah duanya bekam dan akupuntur. Yuk mari diulas.

1. Bekam

Kalau mau nonton video step by stepnya silahkan klik ini
Bekam di Indonesia terkenal sebagai pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, padahal sebenarnya pengobatan ini sudah dipraktekkan jauh sebelum itu dan tidak di arab saja. Cuma karena masuk ke Indonesia lewat para pedagang Arab dan Gujarat (yang turut menyebarluaskan agama islam), pengobatan ini identik dengan pengobatan dalam islam. Dan cukup diagung-agungkan karena dinilai sesuai dengan sunnah Nabi. 

Saya? Sejujurnya menurut saya pengobatan alternatif ga masuk logika saya. *cium tangan sensei dan habib-habib ini* Ada alasan yang tepat kenapa dokter itu kuliahnya lama dan susah. Tapi namanya berusaha kan boleh saja, kita ga tahu jalannya kesembuhan itu dari mana. Yang penting pengobatan alternatif ini dikonfirmasi dengan pengobatan medis. 

Kalau kata terapisnya sudah sembuh, ya pergilah ke dokter. Cek. Udah sembuh beneran apa sembuh katanya saja. Kalau sudah mengikuti pengobatan dalam jangka waktu sebulan, ya periksa lagi ke dokter. Ada perkembangan yang bagus? Atau jangan-jangan malah memburuk. 

Oke kembali ke bekam. Sebelum terkena Bell's Palsy, Tuan Suami memang sudah pernah mencoba terapi bekam ini dan ngajakin saya. Saya sih males nyoba karena ga percaya. Jadi saat ia terkena Bell's Palsy suami juga langsung pergi ke tempat bekam ini. Saya pernah sekali (doang) nemenin suami terapi bekam, dan lumayan seram ya caranya. 

Jadi awal-awal pasien diminta membuka baju dan menggulung celana lalu rebahan di kasur. Setelah itu tubuh pasien akan dipukul-pukul dengan sapu lidi (apa sapu rotan?) dengan semangat. Gak papa.. setelahnya pasien akan dipijat-pijat kog. Mungkin ini agar aliran darahnya lancar. 

Setelah itu terapisnya akan mengeluarkan cup-cup kecil dan ditempelkan ke titik-titik tertentu di tubuh. Dengan semacam alat pompa, udara dalam cup ini dikeluarkan sehingga daging tubuh naik ke atas dan memerah. 

Setelah didiamkan beberapa saat, cupnya dilepas. Lalu terapis akan menusuk titik tersebut berulang-ulang dengan jarum kecil. Langkah ini sepertinya lumayan menyiksa karena suami saya mengaduh. Setelah ditusuk-tusuk, terapis akan mengulangi proses penempelan cup. Kali ini bedanya ada darah yang ikut keluar dan memenuhi cup bekam. Setelah beberapa saat cup dilepas dan darahnya dibersihkan. Selesai deh.  

Iya darah yang keluar kental seperti gel dan warnanya gelap. Apakah ini berarti darah Tuan Suami kental, banyak racun, dan mengakibatkan penyakit yang dia derita? Setahu saya sih darah yang keluar dari tubuh memang otomatis mengental, kalau ga mengental kan bahaya pas luka. Bisa-bisa ngocor terus. Warnanya yang lebih gelap juga karena terpapar udara kan ya. Jadi.. ya gitu lah. Hahahha

Terus kemarin bekamnya di mana? Di Bekam Ruqiyah Center di Jalan Suci. Jadi kalau dari Gasibu, dia ada di sebelah kiri jalan di Surapati Core, letaknya di belakang Radio Mora. Biayanya cuma Rp40.000,00. 

Saya juga sempat nyoba detoxnya, ya daripada disuruh bekam atau terapi lintah kan? Jadi pasien diminta menyelupkan tangan dan kaki ke air es yang sudah dicampur ramuan. Hasilnya? Itu Harry Potter dan Ron Weasley kog mau-maunya disuruh ngambil pedang di kolam es. Pengen mati ya? Ternyata air es itu dingin banget yaaaaa. Saya ga kuat. 

2. Akupuntur

Hasil googling-googling di google (ya nurut ngana di mana lagi. dikeplak!) ada beberapa klinik akupuntur di Bandung ya bisa menyembuhkan bells palsy.  Berikut klinik-klinik yang masuk short list kami.

dipilih karena lokasinya yang ada di kota, Jl. Braga no 44 dan prakteknya buka di hari Sabtu. Saat saya menelpon ke 08986189994, disarankan untuk datang sebelum jam 2 siang. Cuma karena hari itu ga kekejar, jadi kita pindah ke klinik berikutnya.

Niramaya Klinik (081 224 734 506/0819 100 20 235)
Lokasinya ada di Jalan Jakarta No 9. Prakteknya senin s.d sabtu(Yay! Weekend praktek!) mulai dari jam 3 sore. Sayangnya hari itu, dokternya ga ada jadi ga bisa akupuntur. Kalau untuk kecantikan sepertinya boleh dilakukan oleh terapisnya tapi karena ini bells palsy, pengobatannya harus sama dokternya langsung. 

Resepsionisnya baik, jadi dia meminta no telepon saya sehingga kalau sabtu depan dokternya ada bisa dikabari langsung. Cuma... karena jadwal dokternya ga cocok terus dengan kesibukan weekend keluarga kicik nan bahagia. Kamipun melipir ke dokter Bana.

Oh ya Selain kecantikan dan penyakit, klinik ini juga menerima pasien kesuburan. Kalau kesuburan dompet serta kesuburan sabar nerima ga dok?

Dokter Bana
foto diambil dari
http://budi-wibowo.com/periksa-ke-dokter-bana-akupuntur.html
Dokter Bana ini sepertinya salah satu dokter akupuntur yang terkenal di Bandung, karena antrian pasiennya Subhanallah. Panjang betul mak. Padahal sekali panggil, pasien yang masuk 5 orang. 

Pendaftaran pasien sudah dibuka dari jam 2 siang, padahal dokternya baru praktek mulai jam 4 sore. Jam 4 sore saya nekat datang ke Jl. Muhammad Toha no 129 (100 m dari PT Inti, seberang Honda Amarta). 

Nekat karena tentunya pasien lain sudah antri sebelum jam 2, jadinya saat dihitung-hitung oleh Bapak di bagian pendaftaran, kami kebagian jam 11 malam. Iya.. ga salah baca kog... kebagian masuknya jam 11 malam. Untungnya masih di hari yang sama, ga kebayang kalau baru kebagian esok harinya. Untungnya boleh ditinggal. Jadi setelah makan pempek enak depan Bank BCA, saya dan Tuan Suami memutuskan kembali ke kantor Suami.

Oh iya, pendaftarannya itu ada dua jalur, pendaftaran untuk akupuntur dan untuk suntik plus periksa karena dokter Bana juga dokter umum. 

Pukul setengah sebelas malam, kami kembali ke klinik dokter Bana. Laporan ke bapak di bagian pendaftaran kalau sudah ada di tempat. Ga pakai lama (di kliniknya) nama kami pun dipanggil beserta 3 pasien lainnya. Masuk ke bilik-bilik sebelum ditanyai dokternya. 


Saat tiba ke saya, dokternya menanyakan ada keluhan apa. Lalu dengan jujur saya cerita kalau yang sakit itu suami, tapi dia takut jadi saya nemenin aja. Terserahlah akupunturnya buat apa. Sambil ketawa dokternya bilang.. "Ya sudah jerawat saja ya." Padahal pengennya buat langsing. Eh. Haha. Saat ditusuk jarum sih biasa aja. Sakitan digigit semut malah. Selesai melihat saya ditusuk, sekarang giliran suami. Dan ya gitu sakitnya biasa aja. Nunggu sekitar 30 menitan sambil tidur, dokternya datang lagi dan nyabutin jarum-jarum tadi. 

Setelah itu kita konsultasi dan bayar Rp100.000/orang, sama dokter saya diresepkan obat jerawat yang bisa ditebus di toko obat di sebelah beliau. Yah.. ikut memakmurkan sekitar. Soalnya berkat praktek dokter Bana, tukang parkir dan pedagang makanan kan ikutan jadi laris manis. 

By the way, sambil konsultasi Tuan Suami sempat nanya-nanya.. 
"Ini bisa buat apa saja dok?"
"Apa aja bisa."
"Gedein dada bisa dok?"
sambil ketawa dokternya jawab "Gedein bisa, ngecilin bisa."
"Oh..." sambil senyum-senyum senang. Maksudnya selama ini kurang puas gitu?! *toyor!*
Terus karena ternyata klinik prakteknya dekat banget dengan kantor BPK Bandung sepertinya kalau dapat penempatan di Bandung saya bakal sering ke sini deh buat ngegedein. Daftar dari jam 12 juga rela. Hahaha. 

Selain praktek di Mohammad Toha, dr. Bana juga praktek di rumahnya di Jalan Pandawa no 72 ( 022 6073644) dari jam 6 s.d 9 pagi. Tapi cuma hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Namun meski ada nomor teleponnya, dr. Bana tidak menerima pendaftaran dan konsultasi via telepon. Jadi ini nomornya buat apa ya? Saya juga bingung. 

Kalau yang di Mohammad Toha, pendaftarannya bisa via telepon di 022-5200604. Dan kalau hari rabu bukanya dari pukul 8 pagi. 

3. Terapi Hiperbaric

Pertama kali dengar terapi ini saat ketemu orang Kelautan dan Perikanan. Jadi awalnya terapi ini ditujukan untuk penyelam* yang terkena Decompression Sickness dan Emboli Gas Arteri (soal emboli gas arteri bisa dibaca di sini dan di sini). Namun seiring perkembangan jaman (duh.. bahasa eike) terapi ini juga digunakan untuk menjaga kebugaran dan.. wait for it.. keawetmudaan. Karena terapi yang melibatkan pemberian oksigen murni ini mempercepat regenerasi sel-sel tubuh. Maka, sel kulit pun kembali lentur, lebih halus, mengurangi kadar minyak, dan jerawat. Menggoda bukan emak-emak?!

Oleh dokter Kantor suami disarankan untuk melakukan terapi ini untuk membantu pemulihannya. 

Selain untuk penyakit menyelam, kebugaran dan keawetmudaan, terapi ini juga membantu:
  1. penyembuhan luka bermasalah (luka diabetes, gangren, atau luka bakar), keracunan karbonmonoksida, luka radiasi akibat radioterapi, trauma-trauma berat seperti crush injury, infeksi tulang, serta sebelum dan sesudah skin flap (operasi pengambilan jaringan kulit dari bagian tubuh lain).
  2. Gangguan pendengaran, seperti tuli mendadak (sudden deafness), tinnitus (telinga berdenging), vertigo, dan migrain. 
  3. Mengurangi kerontokan rambut.
  4. membantu pengobatan anak berkebutuhan khusus, seperti autisme.
Saya tertarik!!! Hahaha. Cuma hati-hati buat yang ada resiko kanker, takutnya sel kankernya malah semakin aktif. 

Di RSAL Mintoharjo Jakarta ada tiga sesi pengobatan, pukul 06.30 – 08.30 WIB, 08.30 – 10.30 WIB, dan pukul10.30 – 12.30 WIB. Kata bu dokter, kalau bisa datangnya pagi-pagi sekali. Dan.. ini yang sulit. Tapi pengen euy demi kebugaran dan keawetmudaan.

Biayanya lumayan sih, sekali terapi itu Rp300.000 di Mintoharjo, Rp350.000 di RS Jakarta. *pasang lilin*. Selain di RS Mintoharjo dan Jakarta terapi ini juga ada di  RS MMC, Dr. Ramelan, Surabaya;  RSAL Halong Ambarawa,; RSAL Midiato; RSP Balikpapan; RSP Cilacap; RSU Makasar; RSU Manado; RSU Sangla Denpasar; Diskes Koarmabar; Rumah Sakit Paru Jember, Jawa Timur. (sumber dari sini)



RS TNI AL Dr. MINTOHARDJO
Jl. Bendungan Hilir no. 17
Jakarta – Indonesia
Telp/Fax 021-5732221
Telp 021-5703081 Ext.176


*Kalau mau baca-baca beberapa penyakit yang bisa muncul karena menyelam bisa diklik di sini, penting buat yang mau belajar nyelam kayak saya, meski masih cita-cita melulu

Link lain buat baca-baca:
Post a Comment