SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

26 November 2015

Tagged Under: , ,

Belanja Buku Bulan Ini (1)

Share

Saya ga selalu belanja baju kog. Kadang-kadang bosan karena model baju yang baru kog ada terus. Kapan tamatnya ini? Kalau lagi bosan belanja baju entah kenapa jadi belanja make up. Tapi saya ga selalu belanja make up, apalagi kalau melihat tumpukan alat make up yang cuma kepakai sekali dua kali. Itupun dipakai di kamar buat dandan-dandan sendiri. Iya ini penyakit gila no #34 pasangan LDR, di kamar aja dandan. 

Kalau lagi ga doyan belanja baju dan make up, seharusnya bisa nabung kan ya? Ternyata tidak. Entah kenapa nantinya saya jadi doyan belanja buku. Seperti bulan ini. Belanja bajunya malas. Belanja make upnya juga malas. Eh tapi tiap lihat diskonan buku selalu mau beli. 

Semua ini bermula saat Krisdayanti meyatakan kalau gaya 69 itu tidak level buat dia dan Ramos. Mereka mainnya gaya 360. APAH?! Gaya apa pulak ini? Sebagai pengantin muda yang sudah menikah belasan tahun dan mengklaim diri kalau sudah mengkhatamkan buku Kamasutra bolak-balik, saya kan merasa terpukul saat tidak tahu gaya ini. 

Tambah terpukul lagi saat teman saya yang baru nikah mengklaim "Oh.. gaya itu. Gampang itu." 

APAH?!! Saya, si pengantin muda yang sudah menikah belasan tahun dan mengklaim diri kalau sudah mengkhatamkan buku Kamasutra bolak-balik ini, dikalahkan oleh pengantin baru, yang baru nikah terus LDR jadi pengalaman prakteknya pasti di bawah saya? Ga terima. 

Lalu teman saya yang baru nikah terus LDR ini menyarankan buku The Happy Hooker,  Rp203ribu saja di Periplus, katanya buku ini lebih mumpuni ilmunya daripada Kamasutra. Bahkan sudah ada filmnya. Ya ampun saya kemana saja. Baiklah. Bungkus. Demi kelanggengan rumah tangga yes? 

Kemudian saya membaca postingan Jeng Erma soal Critical Eleven karangan Ika Natasha dan katanya bagus. Marilah dicoba. Soalnya jarang-jarang buku lokal dinilai bagus sama Erma. Saya yang tadinya suka patah hati setelah membaca buku lokal, memutuskan memesan buku ini di bukabuku.com, Rp63ribu sekian sekian. Yang datangnya lamaaaa banget karena pesanan saya yang lain ga ada melulu. Tau gitu kan beli di Rumah Buku aja, diskonnya lebih gede. 






Buku The Happy Hooker dan Critical Eleven belum menampakan diri padahal bacaan saya sudah habis. Melipirlah saya ke Gramedia saat diklat ke Yogya. Old style. Diskonnya ga ada tapi bukunya bisa langsung dipegang.

Di Gramedia saya membeli buku Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (disingkat SDRHDT, panjang beut soalnya), Rp58ribu, karangan Eka Kurniawan. Saya tertarik membaca buku ini karena ini satu-satunya buku lokal yang direkomendasikan oleh Om Ari. Pasti bukunya bagus banget.

SDRHDT sudah selesai dibaca. Kesan saya bukunya bagus banget. Banget. BANGET. Kalau lagi ga diklat sepertinya bisa habis dalam sekali duduk. Saya baru tahu kata-kata kotor dan kasar bisa jadi sangat indah di pikiran ya setelah membaca buku ini. Salut sama Eka. Buku ini banyak menggunakan kata-kata kasar dan menggambarkan adegan seks, jadi kalau ga suka jenis-jenis begini ga usah dibaca ya. 



Selain SDRHDT saya juga membeli Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh, Rp65ribu, terjemahan dari buku Joe Navarro. Karena.. pengen tahu aja. Tapi baru dibaca sedikit. Buku terjemahan dan terjemahannya kurang enak menurut saya.









Karena jatuh cinta dengan SDRHDT, sayapun mencari buku-buku Eka Kurniawan lainnya. Pas lagi nyari, lah kog pas Bukabuku diskon 30% untuk semua buku. Ini pasti petunjuk alam untuk lebih banyak membeli buku dan membantu para penulis. Pasti petunjuk alam. Pasti. *alasan*

Buku yang saya  beli karena kalap itu antara lain:




Belum pada datang sih bukunya, karena (lagi-lagi) ada buku yang habis sehingga harus ditunggu. Buat saya ga masalah. Karena masih banyak buku lain yang belum dibaca.

Hah? Masih ada?

Iya masih ada dong. Berlanjut ke Postingan berikutnya ya. 
Post a Comment