SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

30 November 2015

Tagged Under: ,

Gombalan Suami

Share

Salah satu poin dalam Relationship Tips. Inspired by The Death of The Cupang kemarin adalah hubungan itu harus menyenangkan. Dan cara paling gampang adalah dengan melawak. 

Suami saya itu aliran keras Action Speaks Louder than Word alias ga bisa ngegombal. Suami Prohemer itu jarang banget bilang sayang, cinta, you are love of my life, i wanna spend my life with you, dan kalimat-kalimat gombal murahan lainnya. Padahal saya hopeless romantic abis. Abis. 

Ia lebih memilih menunjukkan dengan rela antar jemput saya ke mana saja dan jam berapa saja. Rela beliin coklat buat saya kapan saja dan di mana saja. Rela pulang-pergi Jakarta-Bandung cuma buat ngasih obat ke saya. Rela langsung balik dari luar kota padahal besok subuhnya harus ke luar kota lagi, karena saya di Bandung. Rela baksonya dimakan saya, padahal sengaja disiapin buat cemilan saat nonton. Dan banyak lagi.

Bagus dong ya.. kan pasti capek dengar gombalan laki-laki tapi ga ada buktinya. Capek tau. Capek hati. Liat aja twitter, banyak banget korban digombalin.
Yang nanya "Udah makan?" pasti kalah sama yang bawain makanan.
Yang bilang "Cepat sembuh ya", pasti kalah sama yang datang bawain obat dan melukin semalaman.
Yang ngasih emoticon nangis pasti kalah sama yang langsung nyediain pundak sambil pukpuk kepala. 
Cuma karena dia tahu saya suka digombalin, tapi gengsi ngegombalin langsung, Suami Prohemer suka menutupi gombalannya dengan lawakan. Contohnya nih ya, suatu hari ga ada badai ga ada petir, spion motor suami patah.

Sambil jalan, suami bilang 

"Mungkin spionnya ga kuat. Cuma bisa mandangin kamu tiap hari tapi ga bisa memiliki. Jadi dia memutuskan untuk pergi saja."

Dan sayapun tersipu-sipu malu. Makasih ya Suami. Kecup sampai basah. 
Post a Comment