SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

13 November 2015

Tagged Under:

Marah

Share

Saat ini adalah masa di titik-titik rendah saya. Bukan terendah sih tapi cukup rendah. Saya marah. Marah dengan keadaan. Marah sama orang(orang). Marah sama diri sendiri.

Sudah beberapa pagi saya bangun dengan kondisi marah.

Aneh deh. Perasaan pergi tidurnya ga marah, mimpi juga ga ada. Kog bangunnya emosi. Ya mungkin karena tidurnya gara-gara kecapekan jadi ga sempat merasa marah. Pas bangun.. pas sadar... emosi lagi.

Emosi ini bikin saya sanggup makan orang. Pengennya karena saya ga bahagia, orang lain ga boleh bahagia. Ih... culas banget kan ya.

Terus saya ingat,  kalau kecerdasan emosi seseorang itu diukur dari seberapa luas, seberapa dalam, dan seberapa lama  dampak emosinya. Kalau saya marah sama satu orang, lalu berimbas dengan marah-marah ke siapa saja,  marah sampai dendam kesumat yang ga rasional, dan marah sampai bertahun-tahun... berarti saya cacat emosi.

Jadi saya mulai menata lagi.. menarik mundur. Sebenarnya inti persoalannya apa. Untuk menyelesaikannya bagaimana.

Saya juga menahan diri untuk tidak mudah terpancing emosi ini. Toh selama ini saya sanggup kog mentolerir perilaku orang (orang) dan tidak merasa terganggu.

Orang(orang)nya sama. Sikapnya sama. Tanggapan saya yang berbeda. Jadi meski sudah di ujung lidah untuk adu mulut  (yeah... sini bisanya adu mulut aja), saya menahan diri. Saya diam. Saya dengarkan. Saya pasang senyum (palsu).

Bisa kog.. otak bisa ditipu kalau ia sedang bahagia dengan berpura-pura bahagia. Pura-pura ketawa. Pura-pura senang. Pura-pura senyum.

Meski sambil ketawa saya nahan air mata. Nahan ga mengeluarkan kata-kata sadis. Nahan tetap senyum padahal maunya nampar muka orang.

Lalu orang bilang "Kirain senang-senang aja."

I am good at faking smile. Really good. Professional smile faker. Hahaha.

Yuk ah.. saya mau pergi ke pokok permasalahannya dulu. Minta doanya ya. Agar dimudahkan. Dilembutkan hati orang(orang) yang akan saya hadapi. Dan agar saya dikuatkan. Dikuatkan agar tetap berlaku waras.
Post a Comment