SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

18 February 2016

Tagged Under:

Penemuan Baru

Share

Saya suka roti. Suka banget. Jadi rasanya kalau harus diet no karbo dan ga boleh makan roti atau mie saya bakal judes setengah mati. Roti kesukaan saya itu yang dipanggang terus pakai isian coklat dan keju. Jadi coklat dan kejunya melting-melting belepotan gitu. Keju doang juga suka... asal makannya sama yang manis. Kayak Suami Prohemer, ganteng manis nan gagah gitu. Iya ini lagi kangen berat.

Karena belum punya panggangan roti (iya ini kode Suami), saya suka beli roti sandwichnya Sari Roti. Rotinya lembut ga pakai pinggiran, coklatnya cair, keju susunya juga cair dan banyak. Enak. Banget. Sayangnya dia ga punya varian coklat -keju. Adanya coklat aja. Keju aja. Kacang aja. Blueberry aja. Srikaya aja.

Karena ga ada varian coklat-keju, saya harus memilih mau makan roti coklat atau roti keju. Ini dilema *dikeplak menkominfo yang lagi galau mau nutup tumblr atau ga* Setelah melakukan percobaan beberapa kali *dilempar mikroskop sama ilmuwan* saya berkesimpulan bahwa roti sandwich rasa keju lah yang memberikan tingkat kepuasan paling tinggi buat saya. Cheese to the win.

Setelah sekian lama berpuas diri dengan makan yang rasa keju aja, suatu hari saya menemukan sesuatu yang baru. Yang mengejutkan.

Waktu itu saya lagi duduk-duduk sholehah di mesjid Salman ITB dan melihat seorang lelaki muda *ukhti... jaga pandangan ukhti* sedang memakan roti sandwich sari roti, wait for it, dua biji yang ditumpuk jadi satu. Rotinya ditumpuk jadi satu! Jadi satu sodara-sodara!!

Saya langsung tercerahkan. Ini revolusioner. Ini solusi atas problem saya. Saya bisa makan roti coklat dan keju dengan cara ini. Anak ITB.. kalian luar biasa!!

iya makannya di tempat tidur. :p

Maka saya mulai melakukan pengujian atas solusi ini. Pengujian pertama kog rasanya ga enak ya. Saya kecewa. Tapi seseorang tidak dikatakan peneliti kalau berhenti di percobaan pertama. Maka saya mencoba lagi. Kali ini posisi rotinya saya ubah. Coklat di atas. Ga enak. Coklat di bawah, ga enak juga. Menurut saya metode gabung ini menghilangkan rasa kejunya. Coklatnya terlalu dominan. Kejunya ilang. Me not like lah.

Mungkin baru enak kalau ditambah roti keju lagi di atasnya. Cuma.. ya ampunnnn lapar pisan Neng sampai makan roti 3 sekaligus?

Jadi saya kembali saya ke makan roti keju sama yang ganteng manis dan gagah itu.

Conan diambil semena-mena dari Bukabuku. Miiko dari ignya Ono Eriko. Semena-mena juga.

Penemuan baru lainnya adalah.. komik mikko 28 dan conan 87 udah keluar dong. Akhirnyaaaa setelah sekian lama yaaa. Cuma Miikonya premium edition yang harganya 55ribu aja (pssst.. kalau di bukabuku cuma 44ribu loh. di rumah buku sepertinya lebih murah) . Ini seharga novel loh. Ih. Meski berbonus pounch. Tapi tetap ih ah. Cuma ya tetap dibeli. Bwhahaha. *pilinpilin ujung baju*  Terus saya baru tau pounchnya ada beraneka ragam. Kemarin di gramedia kalibata cuma ada yang ijo gambar miiko kecil-kecil. Saya pengen yang gambar miiko gede juga. *dipelototin suami* hahaha.

Saya baru punya yang no 3 dari kiri. Pengen yang ujung kanan juga. Hihi.

Oke.. sekian updatean penting ga penting ini. Daripada kangen saya kan? Kan? *balik sibuk lagi*

Post a Comment