SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

25 February 2016

Tagged Under: ,

Review: Crying 100 Times

Share

Crying 100 Times Crying 100 Times by Kō Nakamura
My rating: 0 of 5 stars

“To love, to honor. To cherish, to help. Until death do us apart.”

Waktu itu, kami sedang memperbaiki sepeda motor tuaku. Waktu itu, ia memintaku untuk menjenguk Book, anjing tua kesayanganku yang sekarat. Dari dulu, Book sangat menyukai suara mesin motorku.

Waktu itu, Aku melamarnya. Waktu itu aku merasa aku adalah pria paling bahagia di dunia. Aku kira, kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Tapi...

-------

Dulu saya pernah bikin janji sendiri kalau mau baca buku-buku ringan seperti ini saya ga akan membeli terjemahannya. Pertama karena kadang-kadang terjemahannya kurang klik di hati dan kedua biar ga terlalu merasa bersalah setelah menghabiskan waktu untuk baca novel cinta-cintaan, saya bisa beralasan ini untuk latihan bahasa inggris. :p

Cuma, ada masanya saya bosen baca novel sambil buka kamus. Capekan buka kamusnya. Jadi saya memutuskan beralih ke novel korea.. soalnya ga mungkin beli yang bahasa korea kan? Saya belum bisa bahasa korea.

Iya.. saya pikir ini novel korea. Saya baru sadar ini novel jepang setelah membacanya agak jauh. Kog datar ya? Efisien banget novelnya. Ga seperti novel korea yang lucu, romatis berlebih, dan bikin banjir air mata. Ternyata memang novel jepang. Hahaha.

Novelnya efesien. Mungkin karena penulisnya lelaki dan orang jepang. Ga ada penggambaran rasa cinta berlebihan atau rasa sedih yang menyayat hati lalu bikin pembaca ikut berurai air mata.

Datar tapi bagus. Saya suka karena berhasil bikin penasaran. "Judulnya Crying 100 Times, kapan nih tragedinya muncul" begitu terus pikiran saya saat membacanya. Saya juga penasaran sama kisah anjingnya, yang mana cuma jadi mukadimah aja. I want more Book!

Cuma saya jadi punya gambaran bagaimana lelaki menghadapi kejadian yang menyedihkan. Harus tetap kerja, tetap tegar, meski hati gundah gulana.

So, do i recomended it? Ya baca aja. Lumayan kalau lagi nunggu-nunggu pesawat atau lagi di pesawat dan pesawatnya ga nyediain in flight entertainment. Kenapa pesawat? Karena baca ini ga bakalan nangis dan diliatin penumpang lain. :D


View all my reviews
Post a Comment