SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

27 May 2016

Tagged Under:

Tarif Parkir

Share

Suka kesal sama tukang parkir yang tiba-tiba datang saat kita mau keluar dan pergi begitu uang berpindah? Sama saya juga. Cuma saya mencoba bersabar dengan berpikir bersama rejeki kendaraan pribadi ada uang parkir yang harus dibayar. Ga mau bayar parkir ya ga usah bawa kendaraan.

Cuma sekali-sekali ya lepas juga lihat kelakuan tukang parkir. Yang paling baru sih pas kemarin nemenin Suami Prohemer belanja ke ciwalk.

Disclaimer dulu, saya juga sering kog ketemu tukang parkir yang baik. Yang benaran kerja, bukan malak bermodalkan peluit. Kalau ketemu yang baik, saya ga keberatan bayar parkir. Ikhlas lahir batin.

Sayangnya tukang parkir motor yang depan xtrans ciwalk, tidak. Saat memarkirkan kendaraan, suami langsung dikasih tiket yang memberitahukan kalau tarifnya 3000 rupiah. Naik aja. Suami bersikeras cuma mau bayar 2000, tarif "normal" yang dinaikan sepihak juga dari 1000 rupiah.

Tukang Parkir: parkirnya 3000

Suami: naik? Biasanya kan 2000

TP: itu di tiketnya juga ditulis. udah 2 tahun jadi 3000 dari xtransnya belum dibangun sampai selesai.

Capcai: tiketnya bikin sendiri, ya bisa suka-suka hati bapak nulis tarif.

TP: ini ditentuin pengurusnya. Kita kan juga setor ke dishub.

C: Ya memang harus setor ke dishub. Kan dapat ijin dari mereka. Sama dishub juga cuma boleh mungut sesuai perda pak. 500 rupiah. Ini 3000.

Saya sih tetap membayar "kekurangan bayar" yang diklaim tukang parkir ini. Tapi sewot ga terima. Sewotnya karena tukang parkirnya ngotot merasa benar karena dia punya karcis yang menyatakan tarif parkir sekian, bawa-bawa dinas perhubungan pulak. Karcis dia yang bikin. Kalau dia tulis 5juta berarti saya harus bayar 5juta? Dasar hukum karcis dia apa?

Dinas perhubungan memang mengsubkontrakan pengelolaan tempat parkir tertentu kepada pihak ketiga, namun besaran tarifnya tetap harus sesuai perda. Ga bisa bikin tarif sendiri. Dan boleh lihat perda kota bandung, tarif parkir motor itu masih 500 rupiah.

Tapi yang paling bikin sewot itu karena tukangnya ngaku-ngaku tarif 3ribu ini sudah jalan lebih dari 2 tahun. Maksud dia saya udah dua tahun ga ke ciwalk gitu? Ngajak gelut.


Post a Comment