SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

27 July 2016

Tagged Under:

Poligami

Share

Ini lagi capek lihat postingan poligami di grup whatsapp dan facebook. Jadi maafkan kalau pedas.
Begini, sebagai muslim saya ga mengharamkan poligami. Sama Allah diperbolehkan, jadi silahkan. Suami punya pilihan untuk berpoligami. Istri punya pilihan mau dipoligami atau tidak. Seperti poligami, perceraian diperbolehkan di Islam.

Suami mungkin melihat poligami sebagai jalan melaksanakan sunah nabi, menjaga nafsu, membantu perempuan lain, atau sebagai tantangan. Istri mungkin melihat ini sebagai sarana ibadah, pintu masuk ke surga. Jadi bisa saja ada istri yang ikhlas bahkan menganjurkan.

Tapi sudah pernah nanya ke anak-anaknya? Bagaimana rasanya melihat bapak punya istri lain? Bagaimana rasanya bapak tidak ada karena harus menghabiskan waktu bersama keluarga lain? Bagaimana rasanya punya ibu yang menangis diam-diam saat cemburu melanda? Apa mereka nanti mau berpoligami? Mau dipoligami? Coba didengar.

Pernah ngobrol sama orang tua isteri? Gimana rasanya melihat anak mereka dipoligami? Coba diajak ngobrol.

Nikah kan bukan hanya soal suami dan istri. Ada anak. Ada mertua. Ada orang tua. Kalau sudah menikah tidak bisa hanya memikirkan keinginan sendiri saja.

Nikah juga bukan sekedar menghalalkan persetubuhan, menghalalkan mata melihat yang menarik hati, atau menghalalkan tangan menyentuh. Ibadah itu bukan hanya persetubuhan. Silahkan dilihat lagi tujuan menikahnya apa. Apakah poligami ini sejalan dengan tujuan pernikahan?

Kalau ditanya, apa istri ga bangga dengan suami yang bisa menjaga nafsunya dan memilih cara yang halal daripada selingkuh?

Ada banyak suami yang tidak berpoligami dan tetap bisa menjaga nafsunya tanpa berselingkuh. Ada. Dan tidak sedikit. Kalau anda belum pernah ketemu, mungkin nyarinya di tempat yang salah.

Terakhir, silahkan berpoligami kalau memang dibutuhkan dan meningkatkan kualitas anda. Mengutip Quraish Shihab di artikel ini, poligami itu seperti pintu darurat pesawat. Harus dibuka pada kondisi bahaya untuk menyelamatkan diri. Namun akan berbahaya jika dibuka saat kondisi normal.
Jadi tolong dipertimbangkan masak-masak pengaruhnya ke orang-orang yang anda cintai sebelum melakukannya. Bukan sekedar "Kan diperbolehkan lalu kenapa tidak? Lebih baik melaksanakan sunah daripada selingkuh? Ini kan membantu perempuan juga." Yakin itu bukan sekedar pembenaran saja?
Post a Comment