SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

15 August 2016

Tagged Under: , , , , ,

TB Certificate untuk Visa UK

Share

Setelah punya paspor harus ngurus apa nih? Visa dong ya. Nah, untuk memperoleh visa UK ada syarat sertifikat bebas TB. Jadi mari diurus sertifikat bebas TBnya sebelum menjadwalkan wawancara visa. Bikinnya gimana?

Kedutaan Inggris hanya menerima sertifikat bebas TB dari beberapa Rumah Sakit saja. Di Jakarta, Rumah sakit yang ditunjuk ada dua, yaitu RS Premier Jatinegara dan RS Premier Bintaro. Selain di Jakarta ada di mana lagi? Cuma ada di Bali dan Surabaya. Karena ongkos ke Bali dan Surabaya tidak diganti, maka sayapun memilih RS Premier Jatinegara.

Kog Jatinegara? Karena dari Bandung bisa turun di stasiun Jatinegara kalau naik kereta api. Ini alasannya ga kuat sih. Soalnya kalau mau ke Bintaro tinggal naik travel Cititrans dari Bandung. Terus pulangnya bisa makan burger Blenger. Sejujurnya, waktu itu saya ga kepikiran aja. Mikirnya karena bawa anak-anak, enakan naik kereta api, jadi pilih Jatinegara aja lah. 

Padahal kalau di Jatinegara itu sistemnya first come first serve. Jadi kalau ga mau kelamaan ngantri, harus datang pagi-pagi. Siangan dikit? Ya lama ngantri rontgennya. Sedangkan di Bintaro, sistemnya kita dapat slot jam sekian. Jadi ga perlu datang pagi-pagi banget. Datang pas jam jadwal kita periksa aja. 

Terus di kedua rumah sakit ini, ga bisa dadakan datang. Harus daftar dulu. Jadi begitu punya perkiraan kapan paspor biru saya selesai, saya langsung mendaftarkan diri ke RS Premier Jatinegara. Kog nunggu paspor biru? Soalnya harus membawa paspor yang akan digunakan. Kalau pakainya paspor hijau, ya cukup paspor hijau aja. 

Sebenarnya janjiannya juga ga perlu jauh-jauh hari banget. Dua atau tiga hari sebelum jadwal yang diinginkan, masih ada slot kosong kog. Kalau mau daakan juga bisa. Jadi bikin janji hari ini untuk besok. Setelah janjian, perlu dokumen apa saja?
  1. Paspor asli yang akan digunakan untuk berangkat
  2. KTP asli
  3. Pasfoto berwarna ukuran 4x6 2 lembar. RS Premier Jatinegara mensyaratkan latar belakangnya harus biru. Kalau Bintaro, yang penting berwarna. Terserah warna apa saja. Psst.. kata perawat Jatinegara, kalau kebetulan ga bawa.. ya ga masalah. Masa disuruh pulang lagi. 
  4. Kalau pernah rontgen paru sebelumnya, silahkan dibawa. => yang mana ga ditanyai sama dokternya juga. (--')
Kalau mau bawa keluarga aka dependent gimana? Buat suami/istri dan anak berusia di atas 11 tahun dokumen yang diperlukan sama saja. Tesnya boleh ga barengan. Tapi kalau berangkatnya sama-sama, hasil tes baru dikeluarkan kalau semuanya (yang mau berangkat) sudah tes juga.  

Kalau dependantnya anak kecil yang belum berusia 11 tahun? Cukup tes kesehatan saja. Jadi ga perlu dirontgen. Jendral Kancil yang 10,5 tahun juga ga dirontgen. Dokumennya?
  1. Paspor asli yang akan digunakan untuk berangkat
  2. Pasfoto berwarna ukuran 4x6 2 lembar. 
  3. Akte kelahiran
  4. Buku imunisasi. 
Cerita sedikit ya, saat tes kesehatan buat anak-anak ini, dokternya cuma nanya apakah imunisasi wajib anak-anak saya lengkap? Dokternya tidak meminta saya menunjukkan buku imunisasi. Padahal saya kan mau mamer... kalau imunisasi yang tidak wajibpun lengkap kog. Bwahahaha. Gagal mamer deh. 

Kalau lagi hamil? Syaratnya tinggal ditambah surat persetujuan untuk dirontgen oleh dokter kandungan, surat persetujuan ini juga harus mencantumkan usia kehamilan. Kalau dokternya ga setuju gimana? Ya cari dokter yang setuju. Ihik. 

Eh emangnya bisa dokter kandunganya ga setuju? Kenapa?

Ya bisalah. Jadi hasil baca-baca di internet, rontgen yang dilakukan pada trimester kedua ataupun ketiga relatif tidak memberikan dampak apapun karena masa pembentukan janin sudah lewat dan dosis radiasinya sangaaaat kecil, namun tetap saja ada kemungkinan efek samping di masa depan. Logikanya sih, anak dibawah 11 tahun saja tidak dirontgen apalagi bayi dalam kandungan. Sehingga jika tidak diperlukan rontgen ya gak usah dilakukan, tunggu setelah melahirkan saja. 

Terus kalau kepaksa bagaimana? Ada dua cara sih. Pertama, anda bisa meminta Sputum Test saja atau tes dahak. Anda akan diminta RS mengumpulkan dahak pagi hari sebelum makan. Pengumpulan dahak dilakukan di rumah sakit selama tiga hari. Selanjutnya dahak akan dibiakan di laboratorium selama tiga bulan (apa dua bulan, saya lupa).  Jadi kalau memilih cara ini, persiapkan jangka waktu yang lumayan panjang sebelum keberangkatan.

Kedua, anda bisa meminta dokter kandungan menuliskan surat persetujuan yang menyatakan kalau rontgen boleh dilakukan dengan perisai tambahan. Kalau perlu perisainya dobel. Iya, perisai atau apron buat menutupi kandungannya didobel. Di RS Premier Jatinegara bisa minta perisai/shield dobel. 

Kalau sekiranya dokter kandungan selama ini belum memberikan surat persetujuan, silahkan meminta surat persetujuan ke dokter kandungan di RS Premier. Siap-siap biaya tambahan ya.. mahal euy dokternya. (ujar anak bandung yang biasanya cuma menghabiskan Rp150rb di RS Santosa, lalu kaget pas lihat tagihan dokter kandungan di RS Premier Rp500rb lebih aja.)

Oke, dokumen yang diperlukan sudah. Sekarang hari H-nya. 
  1. Lakukan pendaftaran ulang di gedung MCU. Jangan kebalik.. saya malah nunggu antrian di gedung rawat inap. Jadi aja lama. 
  2. Naik ke lantai 7. Berikan paspor, KTP, dan foto kepada bagian pendaftaran. 
  3. Anda akan diberikan formulir data pribadi yang harus diisi. 
  4. Draft sertiffikat diberikan oleh RS untuk dikoreksi. Pastikan nama, no paspor, dan alamat sudah benar. 
  5. Menunggu panggilan rontgen. Kalau anak-anak menunggu diperiksa dokter.
  6. Dirontgen/diperiksa.
  7. Bayar Rp690ribu untuk rontgen. Untuk anak-anak cukup Rp330ribu saja. Terima debit dan kredit. 
  8. Pulang.
Hasilnya kalau bagus, bisa diambil keesokan harinya, kecuali hari minggu. Kalau tidak dihubungi rumah sakit, berarti hasil tesnya bagus. Kalau dihubungi? Harus tes sputum dulu sebelum sertifikat dikeluarkan. 

Apalagi ya? Oh, sertifikat bebas TB ini berlaku selama 6 bulan. Jadi sesuaikan dengan jadwal wawancara visa ya. 

Lalu karena sertifikatnya sehari jadi, begitu paspor biru selesai, silahkan daftar untuk wawancara visa. Ga perlu nunggu sertifikat TB (kalau yakin bebas TB ya) karena pas daftar wawancara visa, sertifikatnya ga diminta. Sertifikatnya baru dibutuhkan saat wawancara. 

Kalau bawa anak-anak persiapkan makanan berat, snack, dan minuman. Soalnya lamaaaaa. Saya kemarin cuma bawa snack aja. Alhasil anak-anak kelaparan dan ga sabar nunggu. Galon ada sih, gelasnya ga ada. Jadi boleh banget bawa tupperware kosong. Mainan, buku cerita, dan buku mewarnai juga boleh banget dibawa. Nunggunya ngebosenin.  

Tes TB dari web UKVI

Artikel tentang rontgen paru saat hamil

Post a Comment