SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

13 December 2017

Flip, Transfer Antar Bank Tanpa Biaya

13 December 2017 capcai bakar

Ya ampun... ke mana saja. Bwahaha. Bwahaha. Untunglah saya mencoba Flip jadi ada postingan baru di blog ini. Btw, kalau yang kangen dengan cerita emak-emak ini silahkan follow instagram saja. Lebih update di situ, saat ini. Diprivate sih, soalnya banyak foto anak-anak, tapi asal nama akunnya bukan online shop, saya approve semua kog. 


Saya ini penggemar online shop, soalnya bisa dengan gampang membandingkan harga, hemat waktu, hemat tenaga, juga hemat ongkos makan. Pernah beberapa kali kecele sih, mulai dari bahannya tidak sebagus bayangan sampai uang hampir dibawa kabur. Cuma ya ga kapok karena lebih banyak cerita suksesnya ketimbang gagalnya. Apalagi sekarang penjualnya baik-baik, kenalan di instagram, tanya-tanya di whatsapp, lalu transaksi di marketplace, seperti tokopedia, bukalapak, atau shopee. Jadi kecil kemungkinan ketemu penjual yang mangkir. Nah, karena seringnya bertransaksi lewat marketplace yang punya rekening di berbagai bank, saya belum tertarik menggunakan Flip meskipun sudah lama melihat kemunculannya. Tiap bulan paling cuma lima rekening beda bank yang rutin ditransfer. Paling? Biaya transfer itu kesannya kecil ya, cuma Rp6.500. Tapi kalau ada lima rekening seperti saya saja biaya transfernya sudah Rp30ribu lebih. Lumayan buat beli pulsa. 

Karena merasa cuma Rp6.500, saat pertama kali mendengar tentang Flip yang menawarkan jasa transfer antar bank bebas biaya, saya tidak tertarik. Sampai ketika awal bulan Desember saya perlu mentransfer Rp18ribu saja ke bank lain. Biaya transfernya sepertiga aja dong. Baru deh mikir untuk memakai Flip dan saya suka. SUKA. Sangking sukanya sampai ingin membagi di blog.

Soalnya pakai Flip ini mudaaaah banget. Penjelasannya detail dan enak dibaca. Kalau bingung, hotline centernya juga responsif. Suka deh. Sangking mudahnya saya bertanya-tanya jangan-jangan bikin postingan soal flip ini ga guna. Hahaha. Yah semoga berguna ya, minimal kebayang bagaimana penggunaannya.


Cara Kerja Flip Gimana Sih?

 

sumber: web Flip

Flip punya rekening di berbagai bank. Saat kita ingin mentrasfer beda bank, kita cukup mentransfer ke rekening flip yang sama dengan bank kita. Nanti Flip yang akan mengirimkan uang ke rekening bank lain.

Ada Biaya Transfernya?

Flip punya tiga tipe layanan; Reguler, Flip+, dan BigFlip.
  • Reguler, Gratis!! Tapi limit transaksi hariannya cuma Rp5juta.
  • Flip+ biayanya Rp2.500 per transaksi (mureh yeeee, bank aja Rp6.500 cuy), ga ada limit harian. Cuma per transaksi minimal Rp20juta.
  • Bigflip, untuk perusahaan-perusahan. 

Menurut saya sih untuk penggunaan mamah-mamah pendonor online shop layanan yang reguler, ini udah cukup banget. Kalau limitnya sudah lebih dari Rp5jt ya tinggal menunggu esok hari. Biar ga kaget lihat saldo yang tiba-tiba kosong gitu kan ya Bu-Ibu. Yay banget kan bu ibu?

Aman Ga Sih?

Flip berada di bawah pengawasan Direktorat Inovasi dan Inkubasi Universitas Indonesia, sudah berstatus PT, dan sudah terlisensi oleh Bank Indonesia. Jadi insyaallah aman ya bu-ibu. Data pengguna juga sudah dilindungi sehingga tidak bisa dipakai oleh pihak luar. Tenang kan ya. 

Bank yang Disupport Apa Saja?

Saat ini sudah ada bank-bank berikut:


Rasanya sih bank-bank yang umum udah ada semua ya. Kalau bank ibu-ibu belum ada, tidak perlu khawatir, nanti ada voting untuk menentukan bank lain.

Kalau ga ada juga? Pakai rekening suami aja. Saldonya juga pakai punya suami. Hahaha. Nanti yang didaftarkan suami. 

Menarik kan... Jadi ingin daftar kan ya? 

Cara daftarnya mudah banget. Mudah banget. Banget. Cuma perlu tiga tahap saja.

1. Buat akun di flip.id
  
Untuk membuat akun, hanya diperlukan username dan email. Atau lebih gampang lagi, kita bisa daftar pakai akun facebook. Ya ampun. Mudah ya.

2. Verifikasi data di website

Setelah terdaftar, selanjutnya kita masuk ke Flip, dan memasukkan data diri berupa nomor telepon. Nah nanti kita akan mendapatkan kode verifikasi.

Setelah memasukkan kode verifikasi kita tinggal memasukkan nomor identitas dan data-data identitas. Selesai deh.

3. Verifikasi tatap muka di Alfamart

Sesuai peraturan Bank Indonesia, pengguna Flip harus "melaporkan diri" ke Alfamart terdekat dengan membawa KTP dan uang Rp4ribu. Verifikasinya ga perlu jauh-jauh kog, ke Alfamart yang ada di daftar mereka.

Waktu saya mendaftar, saya menggunakan KTP Bandung dan berlokasi di Jakarta Selatan. Jadi memilih Alfamartnya yang ada di Jakarta Selatan. Alfamartnya banyaakkkkkk. Tinggal pilih dari daftar yang sudah ada. Kalau tidak ada di daftar berarti ga bisa ya.

Selesai deh. Setelah itu kita sudah bisa menggunakan jasa transfer Flip. Insyaallah langkah-langkahnya mudah dan sangat jelas di website Flip. Kalau bingung bisa baca tutorialnya di sini ya. 

 -----


Ya ampun.. panjang ya. Cara transfer uangnya diposting terpisah deh. Biar saya bisa ngubek-ngubek online shop dulu. Masih banyak diskonan Harbolnas nih. Bhikik.

13 June 2017

Roti Jamuran

13 June 2017 capcai bakar

Sewaktu berbuka tadi,  saya baru sadar kalau roti tawar di rumah sudah berjamur. Bulan puasa sih ya,  frekuensi ngemil berkurang, jadi banyak makanan nyisa.  Iya, di rumah ini roti masuk kategori cemilan. 

Sambil membuang roti jamuran ini ke tong sampah,  saya jadi terkenang waktu awal-awal ngekos di Bandung.  Waktu masih ngekost berdua kakak. Waktu di kostan cuma ada satu kasur lipat tipis, jadi setiap malam ribut dulu siapa yang harus tidur di lantai. Waktu masih belajar ngatur uang.  Waktu uang bulanan sudah habis padahal masih tanggal 20-an. Dan waktu nelpon mama papa, saya diminta menunggu jadwal transferan biasa. 

Waktu itu,  berdasarkan hitung-hitungan kakak dan saya, uang kami ga akan cukup buat makan sampai ada transferan dari mama papa.  Mulailah dihitung sehari budgetnya berapa. Budget perhari saya cuma cukup buat beli biskuit 500an satu biji. Itupun sesudah mengeliminasi pos angkot, saya memutuskan jalan kaki sejauh 3km saja.  Lumayan ga perlu mikirin biaya angkot. 

Akhirnya sampai orang tua bisa ngirim uang,  saya harus menyumpal perut dengan biskuit 500perak, setiap hari.  Sebungkus saja.  Kenyang?  Ya enggak lah.

Masih lapar dong.  Banget malah.  Jadilah saya makan sisa roti yang udah jamuran. Untung waktu itu belum dibuang.  Untung juga perutnya kuat.  Ga kenapa-kenapa.  😁

Bulan depannya,  saya mulai ngatur strategi.  Memutuskan berjalan kaki ke sekolah, biar hemat ongkos.  Memutuskan jualan donat di kelas.  Lumayan dari satu kotak donat saya dapat gratis 1 buah donat.  Tiap hari bawa dua kotak.  Jadi pas istriahat pagi dan siang ada yang bisa dikunyah. Lalu buat makan sehari-hari saya ikut catering. 

Berhasil?  Ga.  Menjelang akhir bulan, cateringnya wanprestasi.  Sudah dibayar lunas untuk sebulan,  tapi ia tidak datang lagi.  Meninggalkan kotak-kotak makanan yang tidak diambil-ambil di kostan. Duh!

Saya butuh strategi baru untuk memastikan bulan depan kebutuhan pangan saya selama sebulan terjamin ketersediaannya.  Sayapun mulai mendekati ibu warteg langganan, untuk menitipkan uang makan selama sebulan.

Besaran uang makan yang saya titip cuma cukup buat makan sekali sehari dengan lauk bukan ayam.  Saya cuma bisa makan ayam seminggu sekali.  Strategi ini berhasil, bertahun-tahun saya menitipkan uang ke ibu warteg.  Saya bisa makan setiap hari meski cuma pakai tempe.  Toh nanti hari minggu saya bisa makan ayam. Begitu terus sampai ketemu Tuan Suami. 

Begitu punya pacar,  mulai deh makan malam, makan ayam bakar pinggir jalan,  makan steak javan,  nonton di bioskop,  dll.  Sampai sekarang tuan suami masih suka ngeledekin saya. Katanya kalau ga dipacarin pasti masih makan tempe sekali sehari sampai lulus kuliah 😅.

Kakak saya gimana?  Karena pengeluaran terbesar beliau adalah ongkos damri,  kakak akhirnya memutuskan numpang di rumah gurunya. Rumah ibu guru ini memang dekat sekolah.  Jadi kakak ga perlu bayar ongkos. Tapi malah saya yang ongkosnya nambah karena tiap minggu pergi ke tempat kakak.  Meski ga harus rebutan kasur lagi tiap malam,  tinggal tanpa kakak itu bikin kangen.  Tiap balik ke kostan dan menemukan kamar kosong,  saya sedih.

Saya sedih ga sih dulu kondisinya seperti itu?  Kesel?  Marah?  Ga.  Beneran ga.  Waktu itu sih dinikmatin aja. Kalau dikenang malah bikin ketawa-ketawa.  Sekarang malah berayukur karena jadi bisa belajar ngatur uang. Belanja bulanan di grosir karena lebih murah dari supermarket. Nitip uang ke warung sayur jadi tetap bisa makan ayam sampai akhir bulan. Dan banyak lagi.

Jadi,  bu-ibu dan bapak-bapak di luaran sana.  Kalau tidak bisa memberikan sesuatu buat anaknya,  gak perlu sedih berlarut-larut.  Anak-anak itu pembelajar kog.  Diajak susah ya bisa.  Diajak senang juga bisa. 

Ga sanggup ngasih ikan salmon ke anak?  Ya udah sih bebaskan aja, yang penting ga kelaparan.  Ga bisa mengkursuskan anak ke EF?  Ya gak masalah,  beli buku bahasa inggris bekas apa nonton film downloadan aja.  Ga bisa ikut purwacaraka?  Ga bisa ikut summer course ke luar negeri?  Ga masalah.  Beneran ga masalah.  Didoakan saja.  Doa orang tua itu kan mustajab.  Doakan nanti mereka lancar mikirnya,  bisa jago bahasa inggris,  jago musik,  bisa ke luar negeri dengan usaha mereka sendiri.  Didoakan saja.

04 January 2017

Baju Praktis buat pergi-pergi dan imunisasi

04 January 2017 capcai bakar

Iyaaa saya banyak hutang postingan blog. Satu-satu ya. Diselipin sembari mompa. Kalau ga berurut harap maklum. Yang penting keposting. Haha.

Tadinya saya mau jadiin ini postingan di Instagram, pendek soalnya. Tapi menurut saya orang lebih gampang nyari di blog daripada nyari di instagram. Terus banyak orang yang cerita kalau instagramnya mendadak hilang atau dihack. Jadi saya menyimpulkan lebih permanen blog dan fb (khususnya fb buat nyimpan foto-foto). Haha.

Okey, namanya punya anak bayi apalagi anak perempuan rasanya pengen beli banyak baju yaaa. Modelnya lucu-lucu dan beragam. Ga kayak baju anak lakik. Tapi sebagai emak-emak irit, saya sih berusaha nahan diri. Bayi itu cepat gede. Sayang aja kalau beli banyak-banyak. Kepakainya cuma sesekali. Bahkan bisa jadi ga kepakai.


Jadi, buat baju jalan-jalan bayi belum ada hashtag ini saya cuma punya 1 jumper suit tangan panjang dan 3 bodysuit tangan pendek. Yang tangan panjang beli second di carboot Edinburgh waktu mau nyicil keperluan bayi (untung aja waktu itu mutusin nunggu suami belinya.😅). Harganya cuma 50pences aja atau 9rb rupiah. Murah banget kan... Masih bagus banget padahal.

Sedangkan yang tangan pendek, semuanya hadiah. Jadi... Wahai para calon emak... Ga usah beli baju jalan yang banyak. Satu aja. Sisanya nunggu kado. Haha.

Nah terus kalau jalan-jalan, bayi belum ada hashtag ini cuma saya pakaiin pampers dan bodysuit lalu dibedong pakai bedong instan. Simpel. Ga kebanyakan layer yang bikin anaknya bete dan bikin emaknya repot pas ganti pampers.

Kalau imunisasi juga gampang, tinggal buka bedong instannya, udah deh paha dan lengan terpampang nyata. Silahkan disuntik.

Berapa bedong instan yang harus disediain? Saya cuma punya satu. Itupun punya dari jaman #captkid. Ini cukup banget. Soalnya cuma dipakai pas jalan-jalan aja. Kalau mau punya cadangan, dua atau tiga pcs kayaknya udah pas deh.

See? Ga perlu punya banyak!