SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

23 July 2018

Skincare Routine Ala Capcai

23 July 2018 capcai bakar

Ya ampun, ini gaya banget bikin postingan skincare padahal wajahnya belum mulus bak bintang film Korea. Tapi gak apa-apa ya, postingan ini diniatkan untuk membantu orang-orang yang ingin memulai perawatan wajah dengan harga terjangkau. Soalnya diriku sangat terbantu dengan banyaknya review skincare di blog-blog lain. Sehingga setelah lepas dari krim dokter, berkat skincare supermarket muka eike ga kusam-kusam banget.

Belum sekinclong saat masih pakai krim dokter sih, tapi jerawat di dagu yang tak kelar-kelar sejak dahulu kala meski sudah pakai krim dokter dan rajin facial tiap bulan, sejak pakai skincare supermarket malah mereda. Mereda jika rajin. Jika malas? Ya muncul kembali. Bahkan munculnya meluas hingga ke pipi dan jidat. Subhanallah... umur tambah tua, masalah muka kog jerawat macam gadis remaja.

Jadi, mari berbagi peralatan skincare Capcai dengan merk-merk drugstore dan supermarket. Pastinya terjangkau, baik harga dan lokasi tokonya.

Sebelum itu urutan pemakaian skincare-skincare ini sebagai berikut:

Pagi

Facial wash - lotion 3x - serum - pelembab - krim mata - sunblock - make up

Malam

Milk cleanser - facial wash - peeling (sambil scrubbing bibir) - masker - Laneige repair pack - lotion 3x - serum - sheet mask - pelembab - krim mata (sambil oles vaseline petroleum jelly di bulu mata) - krim malam - sleeping mask dan masker bibir.

Ih banyak amaaaaat. Belum. Ini belum banyak. Percayalah.

------

Selanjutnya produk-produk yang digunakan, beberapa saya beli di toko online. Beberapa aja. Sisanya dari supermarket kog. Pengalaman saya supermarket macam Giant itu tetap lebih murah daripada Guardian atau Watsons.

Pembersih Muka

Rahasia menuntaskan jerawat adalah double cleansing di malam hari. Bersihin mukanya dua kali. Di saya ini betul-betul ampuh. Kalau setiap hari double cleansing, jerawatnya jinak.



1st Cleanser yang saya gunakan adalah Viva Milk Cleanser. Terserah varian mana saja. Disesuaikan dengan kebutuhan, sekarang sih lagi pakai yang green tea karena bolak-balik jerawatan. Dulu saya pernah memakai Hadalabo Oil Cleanser, cuma malas-malasan jadi tidak ketahuan cocok di muka apa tidak.

Cara pemakaiannya adalah dioleskan di wajah sembari dipijat-pijat. Hapus dengan kapas lalu bilas dengan air.



2nd cleansernya adalah Facial wash Hada Labo. Saya pakai dua jenis; yang putih (Gokyujun) kalau malam itu jadwal saya pakai peeling/scrub wajah. dan pakai yang hijau (Tamagohada Mild Peeling) jika bukan jadwal scrubbing.

Cara pemakaiannya seperti tertera di kemasan. Tuangkan ke tangan, gosok hingga berbusa, usapkan ke muka. Pijat-pijat. Lalu bilas.



Tambahan pembersih lainnya adalah Garnier Micellar Water yang warna kuning (oil infused). Ini dipakai untuk menghapus makeup waterproof atau kalau sedang lelah sekali sehingga tak sanggup double cleansing.

Garniernya tinggal dituang ke kapas lalu usap ke wajah dan leher. Ulangi sampai kapasnya bersih. Tapi ini sangat-sangat tidak disarankan ya. Soalnya ga bersih, jangan dibiasakan cuma pakai micellar water.

Peeling dan Masker Wajah

Saya berpegang teguh dengan Peeling Mundisari dan masker wajah dari Mustika Ratu. Sudah dipakai sejak SMA dan cocok banget. Dulu pas rajin-rajinnya berhasil mengubah kulit eksotis saya menjadi putih bak putri salju, kata salah satu mantan pacar.

Kalau dulu pakai yang versi bubuk, sekarang pakai yang versi instannya saja. Menurut saya lebih kencang yang versi bubuk sih. Tapi ku tak sempat. Jadi kalau santai lebih baik pakai yang versi bubuk saja. Kalau malas repot seperti saya, pakai yang instan saja.




Sebelum maskeran, wajahnya discrub dulu dengan Peeling Mundisari atau Laneige Multiberry Yogurt Peeling Gel, selang-seling saja. Laneigenya beli yang travel size jadi kalau bosan-iya saya bosanan- bisa cepat dihabiskan.

Peelingnya diusapkan ke muka lalu diamkan aja sampai dia negur duluan setengah kering, gosok dengan gerakan memutar sampai peelingnya luruh baru dibilas dengan air.

Setelah pakai peeling, baru deh pakai masker.



Masker Mustika Ratu ini ada dua jenis, wash off dan peel off. Tadinya saya pakai semua variannya. Selang-seling dan disesuaikan dengan kondisi muka. Sekarang sih cuma pakai Masker Bengkoang dan Indah Warni karena waktu mau restock varian peel offnya habis.

Kalau lagi jerawatan, saya pakai masker Indah Warni di bagian yang berjerawat. Sisanya saya pakai yang bengkoang. Iya, di campur gitu di muka. Mukanya jadi warna-warni. Biasanya yang kaget suami waktu video call-an. Saya sih ga kaget lihat muka setengah kuning setengah putih.

Setelah dioles, biarkan hingga kering, lalu dibilas dengan air.


Setelah pakai masker saya oleskan Laneige Multiberry Yogurt Repair Pack. OLeskan 10 menit. lalu bilas. Lagi-lagi ini beli versi travel sizenya ya.

Toner/Lotion



Saya pakai lotion dari Hadalabo, variannya tentu saja yang anti-aging ya. Umur sudah 30-an gini. Oles-oles. Tepuk-tepuk sampai menyerap. Ulangi sampai 3/7/10 kali. Saya sanggupnya cuma sampai tiga kali saja.

Serum-serum

 


Serumnya masih dari HadaLabo juga. Saya pakai yang anti aging buat daerah di sekitar mata, mulut, dan kening. Untuk bekas jerawat saya pakai serum yang memutihkan.

Sheet Mask

Sheet masknya ditempelkan ke wajah, diamkan selama 15  menit. Setelah 15 menit, tepuk-tepuk sampai menyerap.

Untuk merk sheet mask, saya belum ada merk favorit. Apa saja yang lagi diskon di supermarket. Kalau lagi jerawatan pakai sheet mask dari Acne. Kalau ga jerawatan, pakai yang dari Garnier atau apapun yang sedang diskon.

Sheet masknya kan suka masih basah setelah 15 menit, itu saya oles-oles ke leher, tangan, dan kaki juga. Jangan mau rugi. Hahaha.

Pelembab




Masih dari Hada Labo juga. Fans garis keras lah ya. Oles-oles ke muka sampai menyerap,

Krim Mata

Sebenarnya krim mata itu tiada bedanya dengan krim muka. Jadi saat mengoleskan lotion, pelembab, atau krim malam di muka, dioleskan juga ke mata. Cuma kalau memang punya masalah mata panda, bisa dicoba pakai krim mata. Saya tidak ada masalah dengan mata panda atau bengkak, masalahnya cuma keriput aja. Hahaha.



Saat ini saya pakai dua jenis, wardah dan votre peau. Wardah lebih murah dan ada di mana saja. Votre peau lebih mahal dan cuma bisa dibeli online. Tapi saya lebih suka votre peau karena krimnya powdery gitu, ga bikin kelopak mata berminyak jadi eyeliner tetap nempel.

Krim Malam


Saya pakai krim malam Hada Labo Perfect 3D Gel.

Sleeping Mask (wajah dan bibir)



Saat ini sleeping masknya pakai Laneige yang water sleeping mask. Selang-seling warna biru dan warna putih. Masker bibirnya juga dari laneige ya. Yang warna pink itu. Tapi sesungguhnya pakai vaseline petroleum jelly jauh lebih oke.




Vaseline petroleum jelly ini luar biasa deh. Selain buat luka bakar, kecipratan minyak, sunburn, dan rerombehan, dia bisa dipakai juga sebagai masker bibir, scrub bibir, dan untuk bulu mata. Iya buat bulu mata juga bisa. Semenjak rutin pakai vaseline ini di bulu mata, bulu mata saya jadi tambah panjang dan lentik. Kalau untuk scrub tinggal dicampur sama gula pasir. Murah dan gampang kan.

Kalau malas campur-campur, ada kog scrub bibir yang siap apakai. Saya pakai dari Emina.



Kalau sedang jerawatan, sebelum menggunakan lotion, jerawatnya saya totol dengan Betadine SC Antiseptik. Biarkan beberapa saat sebelum dibilas dan dilanjutkan dengan skincare seperti biasa.

Okay sekian saja perawatan wajahnya. Yang tidak tersedia di supermarket cuma Laneige dan Votre Peau saja. Dan cuma dua varian ini yang mengharuskan kantong dirogoh agak dalam. Sisanya sih ga.



22 May 2018


Sudah masuk ramadhan lagi, berarti sudah satu tahun hijriah JendKancil rutin puasa senin-kamis. Seingat saya selama setahun itu, baru dua kali ia tidak puasa; pertama saat lupa hari karena sedang libur jadi sudah keburu makan minum dengan kenyang dan yang kedua saat perpisahan angkatan yang makanannya seperti buffet sarapan di hotel, anaknya ga tahan😅. Selebihnya ia tetap puasa, meski sedang ke luar kota ataupun ujian olahraga.

Iyaaaaa, waktu ujian akhir pelajaran olahraga sama emaknya di-"puasa aja dulu. Kalau nanti ga kuat baru kakak batalkan."
Meski tidak batal, anaknya pulang dengan kecewa karena "Tadi ga bagus² banget, kakak lemas."
Yang dijawab emak  "Gpp, pahala Allah kan lebih besar daripada nilai ujian."

Jadi sekarang saya mau berbagi apa saja tanda anak siap puasa sunnah dan bagaimana membiasakan ia berpuasa sunnah. Mana tahu ada emak-emak yang mau nyoba juga.

Disclaimer: ini hasil pengamatan saya ke satu anak saja (yang Alhamdulillah anaknya mudah diajak susah), jadi kalau ada mamah-mamah lain yang lebih berpengalaman dan mau berbagi silahkan loh ya.


TANDA ANAK SIAP PUASA SUNNAH

1. Sudah sanggup puasa ramadhan

Jendkancil sudah puasa ramadhan sebulan penuh sejak kelas 1 SD. Puasanya cuma batal kalau sakit berat, seperti tipes. Kalau sakit flu atau batuk sama kami tetap diminta puasa.
Iyaaaa, batuk tetap puasa. Emak bapaknya raja tega. Saya cuma ingatkan ia untuk banyakin minum saat sahur dan buka. Lalu kalau batuknya berat ya oles-oles balsam dan tidur saja.
Jadi saat ia memulai puasa sunnah di kelas 5, anaknya sudah bertahun-tahun menunaikan puasa ramadhan.

2. Tetap kuat puasa meski tidak sahur

Hahahaha ini harus banget buat saya. Ya secara sering ditinggal emak bapak, sehingga kecil kemungkinan ada yang menyiapkan sahur secara rutin. Jadi anaknya harus kuat puasa meski tidak sahur. Harus. Titik.

Membiasakannya bagaimana? Saat ramadhan, kalau tidak sahur kami tetap meminta ia melanjutkan puasa. Ini repot kalau mamanya rajin, jadi ga pernah telat sahur kayak saya 😁Di saya sering banget kejadian tidak sahur.  Tahun ini saja, baru hari pertama ramadhan saya kebangunnya pas adzan subuh dong. Soalnya emaknya malas sahur, anaknya ngikut deh. Kalau bapaknya ga ada, saya dan JendKancil cuma sahur pakai air putih sesaat sebelum subuh. Seringkali malah bablas ga sahur sama sekali. 😁 
Jadi JendKancil sudah terbiasa banget tidak sahur. Kalaupun sahur, ya cuma minum saja. Jangan khawatir pemirsa, dari buka sampai tidur makannya bisa dua sampai tiga kali.

3. Tabah lihat orang lain makan

Puasa sunnah itu godaannya lebih banyak karena ga semua orang puasa dan dia masih lihat makanan catering sekolah, masih lihat temannya jajan, dan masih lihat warung makan buka. Sehingga biar kuat puasa sunnah, anaknya harus tabah. Tidak mudah tergoda gambar indomie goreng, bakwan yang ginuk-ginuk, yamien manis yang mengkilat cantik, atau teh botol yang keringatan.

Dulu setiap saya menyuapi adiknya makan, JendKancil pasti "Duh... Enak Bunda. Ngiler."
Saya jawabnya cuma "Iya enak ya. Nanti buka kita makan gini ya."
Terus kalau pas makan sore dia masih ngiler saya bilangnya "Kakak mau buka? Sayang loh tinggal nunggu dua kali adzan aja."

Lama-lama dia mulai biasa saja lihat adiknya makan atau memergoki emak makan diam² di sudut dapur.

Rasanya sih cuma itu tanda anak sudah siap puasa sunnah, kalau ada pengalaman lain silahkan ya dibagi.

MEMBIASAKAN ANAK PUASA SUNAH

1. Mulai setelah ramadhan

Begitu selesai ramadhan saya langsung menawarkan JendKancil untuk mencoba puasa sunnah. Mumpung sudah terbiasa puasa sebulan penuh jadi lebih mudah memulai dan menyemangatinya.
Menyemangatinya bagaimana? "Kak, udah biasa puasa ramadhan nih. Naik level yuk, cobain puasa sunnah."
Ya macam main games gitu.

2. Mulai dari yang pendek

Saya menawarkan berbagai puasa sunnah kepada JendKancil, ia yang memutuskan puasa mana yang mau dan sanggup ia jalankan.

Awalnya dari syawal dahulu. 
"Syawal yuk kak. Cuma seminggu tapi pahalanya seperti puasa setahun penuh."

Alhamdulillah saat itu kami sedang tidak mudik jadi pawai pempek tidak muncul untuk menggoda. Godaannya cuma masakan emak yang itu lagi-itu lagi setelah mahribpun masih ada.

Begitu selesai syawal,
"Nyobain puasa sunnah yuk kak. Kan udah sukses ramadhan dan syawal nih. Mau puasa tiga hari tiap tengah bulan atau senin-kamis?"

Tadinya saya pikir dia akan memilih puasa ayyamul bidh karena jumlahnya lebih sedikit daripada senin-kamis. Tahunya ga. Alasan dia:
"Nanti kalau jatuhnya pas jadwal kakak makan mie gimana? Atau pas weekend yang banyak makanan enak"
Jadi anaknya memilih saat senin kamis saja. Karena pilihan sendiri, dia komitmen sih. Mau ga mau kan ya.

3.  Ingatkan terus

Awal-awal, setiap senin dan kamis saya ingatkan ia untuk puasa "Senin nih kak. Puasa ya."
Setelah terbiasa cuma saya tanya di akhir "Tadi puasa? Buka pakai apa?"

Kecuali kalau ada event khusus seperti fieldtrip atau ujian, baru saya tanyakan ia mau puasa atau ga. Jawaban ia seringnya "Puasa dulu aja. Kalau nanti haus baru batalin." Seringnya sih sayang buat dibatalin.

4. Puasa itu menahan nafsu bukan menunda

Saya mau mengajarkan JendKancil kalau puasa itu menahan nafsu bukan sekedar menunda jadwal makan. Jadi saat ia puasa, meskipun menu makan siang di sekolah adalah kesukaan dia, saya ga pernah menawarkan ia membawa pulang. Ya udah, ga usah dimakan. Makan yang ada di rumah.
Menu berbuka juga ga ada yang heboh. Menu hari itu aja. Kadang anaknya minta dibikinin bala-bala. Seringnya minta jajan keripik pedas. Jadi saya ga pernah menyiapkan es campur atau kolak gitu. Selain emaknya ga doyan, ya ga jago juga bikinnya.
Tapi demi pencitraan mari kita bilang karena emak tidak mau anak-anak kebanyakan mengkonsumsi gula.

5Beraktivitas seperti biasa

Kami tidak pernah minta ia mengurangi aktivitas karena sedang puasa. Kalau jadwalnya les ya pergi les aja. Kalau harus jalan kaki ke rumah yang jaraknya kurang lebih 3 km itu, ya jalan aja. Pokoknya tidak pernah ditawarkan kemudahan. Kalau ia minta naik gojek atau langsung tidur sampai magrib, baru diijinkan. Tidak minta? Ya ga ditawarkan. 😅
Kami juga tidak menawarkan hadiah-hadiah karena tidak mau membiasakan ia melakukan sesuatu karena materi. Saya dan bapaknya memuji saja. Kalau ada pujian dari gurunya, juga kami sampaikan. Metode ini di JendKancil lumayan memacu semangat.

Oke. Sekian pengalaman saya, silahkan disesuaikan dengan anak masing-masing karena setiap anak berbeda, dan emak bapaknya yang tahu perlakuaan apa yang tepat. Selamat mencoba ya, semoga anak-anak kita menjadi anak-anak sholeh yang sanggup menahan hawa nafsunya. Amin. 

Membiasakan Anak Puasa Sunnah

22 May 2018 capcai bakar


Sudah masuk ramadhan lagi, berarti sudah satu tahun hijriah JendKancil rutin puasa senin-kamis. Seingat saya selama setahun itu, baru dua kali ia tidak puasa; pertama saat lupa hari karena sedang libur jadi sudah keburu makan minum dengan kenyang dan yang kedua saat perpisahan angkatan yang makanannya seperti buffet sarapan di hotel, anaknya ga tahan😅. Selebihnya ia tetap puasa, meski sedang ke luar kota ataupun ujian olahraga.

Iyaaaaa, waktu ujian akhir pelajaran olahraga sama emaknya di-"puasa aja dulu. Kalau nanti ga kuat baru kakak batalkan."
Meski tidak batal, anaknya pulang dengan kecewa karena "Tadi ga bagus² banget, kakak lemas."
Yang dijawab emak  "Gpp, pahala Allah kan lebih besar daripada nilai ujian."

Jadi sekarang saya mau berbagi apa saja tanda anak siap puasa sunnah dan bagaimana membiasakan ia berpuasa sunnah. Mana tahu ada emak-emak yang mau nyoba juga.

Disclaimer: ini hasil pengamatan saya ke satu anak saja (yang Alhamdulillah anaknya mudah diajak susah), jadi kalau ada mamah-mamah lain yang lebih berpengalaman dan mau berbagi silahkan loh ya.


TANDA ANAK SIAP PUASA SUNNAH

1. Sudah sanggup puasa ramadhan

Jendkancil sudah puasa ramadhan sebulan penuh sejak kelas 1 SD. Puasanya cuma batal kalau sakit berat, seperti tipes. Kalau sakit flu atau batuk sama kami tetap diminta puasa.
Iyaaaa, batuk tetap puasa. Emak bapaknya raja tega. Saya cuma ingatkan ia untuk banyakin minum saat sahur dan buka. Lalu kalau batuknya berat ya oles-oles balsam dan tidur saja.
Jadi saat ia memulai puasa sunnah di kelas 5, anaknya sudah bertahun-tahun menunaikan puasa ramadhan.

2. Tetap kuat puasa meski tidak sahur

Hahahaha ini harus banget buat saya. Ya secara sering ditinggal emak bapak, sehingga kecil kemungkinan ada yang menyiapkan sahur secara rutin. Jadi anaknya harus kuat puasa meski tidak sahur. Harus. Titik.

Membiasakannya bagaimana? Saat ramadhan, kalau tidak sahur kami tetap meminta ia melanjutkan puasa. Ini repot kalau mamanya rajin, jadi ga pernah telat sahur kayak saya 😁Di saya sering banget kejadian tidak sahur.  Tahun ini saja, baru hari pertama ramadhan saya kebangunnya pas adzan subuh dong. Soalnya emaknya malas sahur, anaknya ngikut deh. Kalau bapaknya ga ada, saya dan JendKancil cuma sahur pakai air putih sesaat sebelum subuh. Seringkali malah bablas ga sahur sama sekali. 😁 
Jadi JendKancil sudah terbiasa banget tidak sahur. Kalaupun sahur, ya cuma minum saja. Jangan khawatir pemirsa, dari buka sampai tidur makannya bisa dua sampai tiga kali.

3. Tabah lihat orang lain makan

Puasa sunnah itu godaannya lebih banyak karena ga semua orang puasa dan dia masih lihat makanan catering sekolah, masih lihat temannya jajan, dan masih lihat warung makan buka. Sehingga biar kuat puasa sunnah, anaknya harus tabah. Tidak mudah tergoda gambar indomie goreng, bakwan yang ginuk-ginuk, yamien manis yang mengkilat cantik, atau teh botol yang keringatan.

Dulu setiap saya menyuapi adiknya makan, JendKancil pasti "Duh... Enak Bunda. Ngiler."
Saya jawabnya cuma "Iya enak ya. Nanti buka kita makan gini ya."
Terus kalau pas makan sore dia masih ngiler saya bilangnya "Kakak mau buka? Sayang loh tinggal nunggu dua kali adzan aja."

Lama-lama dia mulai biasa saja lihat adiknya makan atau memergoki emak makan diam² di sudut dapur.

Rasanya sih cuma itu tanda anak sudah siap puasa sunnah, kalau ada pengalaman lain silahkan ya dibagi.

MEMBIASAKAN ANAK PUASA SUNAH

1. Mulai setelah ramadhan

Begitu selesai ramadhan saya langsung menawarkan JendKancil untuk mencoba puasa sunnah. Mumpung sudah terbiasa puasa sebulan penuh jadi lebih mudah memulai dan menyemangatinya.
Menyemangatinya bagaimana? "Kak, udah biasa puasa ramadhan nih. Naik level yuk, cobain puasa sunnah."
Ya macam main games gitu.

2. Mulai dari yang pendek

Saya menawarkan berbagai puasa sunnah kepada JendKancil, ia yang memutuskan puasa mana yang mau dan sanggup ia jalankan.

Awalnya dari syawal dahulu. 
"Syawal yuk kak. Cuma seminggu tapi pahalanya seperti puasa setahun penuh."

Alhamdulillah saat itu kami sedang tidak mudik jadi pawai pempek tidak muncul untuk menggoda. Godaannya cuma masakan emak yang itu lagi-itu lagi setelah mahribpun masih ada.

Begitu selesai syawal,
"Nyobain puasa sunnah yuk kak. Kan udah sukses ramadhan dan syawal nih. Mau puasa tiga hari tiap tengah bulan atau senin-kamis?"

Tadinya saya pikir dia akan memilih puasa ayyamul bidh karena jumlahnya lebih sedikit daripada senin-kamis. Tahunya ga. Alasan dia:
"Nanti kalau jatuhnya pas jadwal kakak makan mie gimana? Atau pas weekend yang banyak makanan enak"
Jadi anaknya memilih saat senin kamis saja. Karena pilihan sendiri, dia komitmen sih. Mau ga mau kan ya.

3.  Ingatkan terus

Awal-awal, setiap senin dan kamis saya ingatkan ia untuk puasa "Senin nih kak. Puasa ya."
Setelah terbiasa cuma saya tanya di akhir "Tadi puasa? Buka pakai apa?"

Kecuali kalau ada event khusus seperti fieldtrip atau ujian, baru saya tanyakan ia mau puasa atau ga. Jawaban ia seringnya "Puasa dulu aja. Kalau nanti haus baru batalin." Seringnya sih sayang buat dibatalin.

4. Puasa itu menahan nafsu bukan menunda

Saya mau mengajarkan JendKancil kalau puasa itu menahan nafsu bukan sekedar menunda jadwal makan. Jadi saat ia puasa, meskipun menu makan siang di sekolah adalah kesukaan dia, saya ga pernah menawarkan ia membawa pulang. Ya udah, ga usah dimakan. Makan yang ada di rumah.
Menu berbuka juga ga ada yang heboh. Menu hari itu aja. Kadang anaknya minta dibikinin bala-bala. Seringnya minta jajan keripik pedas. Jadi saya ga pernah menyiapkan es campur atau kolak gitu. Selain emaknya ga doyan, ya ga jago juga bikinnya.
Tapi demi pencitraan mari kita bilang karena emak tidak mau anak-anak kebanyakan mengkonsumsi gula.

5Beraktivitas seperti biasa

Kami tidak pernah minta ia mengurangi aktivitas karena sedang puasa. Kalau jadwalnya les ya pergi les aja. Kalau harus jalan kaki ke rumah yang jaraknya kurang lebih 3 km itu, ya jalan aja. Pokoknya tidak pernah ditawarkan kemudahan. Kalau ia minta naik gojek atau langsung tidur sampai magrib, baru diijinkan. Tidak minta? Ya ga ditawarkan. 😅
Kami juga tidak menawarkan hadiah-hadiah karena tidak mau membiasakan ia melakukan sesuatu karena materi. Saya dan bapaknya memuji saja. Kalau ada pujian dari gurunya, juga kami sampaikan. Metode ini di JendKancil lumayan memacu semangat.

Oke. Sekian pengalaman saya, silahkan disesuaikan dengan anak masing-masing karena setiap anak berbeda, dan emak bapaknya yang tahu perlakuaan apa yang tepat. Selamat mencoba ya, semoga anak-anak kita menjadi anak-anak sholeh yang sanggup menahan hawa nafsunya. Amin. 

11 January 2018

Jatuh Cinta pada Buku Digital

11 January 2018 capcai bakar


Dulu, saya termasuk orang yang memandang sebelah mata kepada buku-buku digital.  Mana bisa sih buku-buku digital ini mengalahkan buku fisik. Aroma yang dihasilkan buku baru, sensasi yang dirasakan jari saat membalik halaman demi halaman, dan suara kertas yang dihasilkannya? Tidak tergantikan, macam cinta pertama ya ceu. 

Pendapat saya berubah saat pusing melihat tumpukan buku di rumah. Banyak. Banget.  Sangking banyaknya sudah tidak tertampung di rak. Jadi saya simpan dalam container-container. 

Menyimpan buku dalam container itu menyebalkan. Selain merusak, bukunya juga jadi sulit dicari. Sehingga setiap ingin membaca ulang suatu buku saya memutuskan beli baru daripada repot-repot membuka container. Eaaa.  Jadinya tumpukan bukunya semakin meninggi kan ya. 

Padahal saya sudah memutuskan untuk melepas buku-buku yang tidak akan dibaca ulang. Namun..... tetap saja dong tumpukan bukunya tidak berkurang secara signifikan. Sepertinya karena selera orang beda-beda. Buku-buku yang populer sih cepat diadopsi. Yang tidak populer padahal bagus menurut saya, masih menangkring sedih di rumah. 

Mungkin karena itu di awal 2017, saya secara implusif membeli kindle paperwhite. Hahaha. Implusif dan nekat. Soalnya saya belum pernah membaca buku digital. Kalau ternyata tidak cocok, harga kindlenya kan bikin manyun.

sumber: Amazon

Untungnya saya cocok dengan kindle ini. Udahlah cocok, suka juga. Suka! Banget! Kecepatan dan jumlah buku yang saya selesaikan meningkat semenjak kehadirannya. Luar biasa! Kalau tidak menahan diri, bisa-bisa tiap minggu saya beli buku baru lagi. Bangkrut dong. Harganya dollar semua, lumayan menguras kantong. Karena itu saya selingi juga dengan buku-buku lokal yang harganya lebih murah.

Buku lokal ada di kindle? Oh tentu tidak. Untuk buku lokal saya menggunakan Google Book, yang bisa diinstall di handphone. -dikeplak-

Dan setelah setahun lebih menggunakan dua versi buku digital ini saya bisa menyimpulkan kelebihan dan kekurangan mereka. Jadi kalau kamu seperti saya yang ingin mengurangi tumpukan buku dan ingin mencoba beralih ke buku digital bisa mempertimbangkan untuk menggunakan yang mana.

KENAPA BUKU DIGITAL?
  • Lebih baik untuk lingkungan. Tidak perlu menebang pohon untuk kertas dan tidak menambah sampah.
  • Tidak memerlukan tempat penyimpanan yang besar. Secara tanah yang murah hanya di Meikarta ya Bu. Jadi kalau rumahnya masih tipe 36 dan cicilan masih 14 tahun lagi, beli buku digital jauh lebih murah ketimbang beli rak buku di Ifurholic. 
  • Ringan. Jadi bisa dibawa ke mana saja, tidak ada lagi alasan buku ketinggalan. Atau memberatkan tas yang sudah sarat beban hidup
  • Menghilangkan resiko lecek atau sudut halaman dilipat. Iya itu mengesalkan.
  • Tidak ada lagi kejadian menangis semalaman akibat buku yang tidak dikembalikan teman. 
  • Dan yang paling penting buat saya adalah “Bisa dibaca saat gelap”, jadi kalau ketiduran pas baca buku, tidak perlu bangun untuk mematikan lampu. Dan selama membaca tidak akan mengganggu suami atau anak bayi yang mau tidur. 


KINDLE 

Yang sering ditanyakan kepada saya, kalau tidak biasa membaca buku bahasa inggris, kindle tiada gunanya dong ya? Jangan khawatir saudara. Sebagian besar buku-buku kindle sudah dilengkapi dengan word wise. Dimana sepanjang halaman akan bermunculan pengertian sederhana untuk kata-kata yang sulit.  Kindle juga tetap terkoneksi dengan kamus Webster meskipun offline.  Jadi kalau bingung tinggal tekan lama-lama dan voila, arti kata tersebut pun muncul. 

Sumber: Amazon lagi


Kelebihannya:
  • Ukurannya pas banget dipegang dengan satu tangan. Jadi bisa menyusuin sambil baca buku, hahaha iya ini penting buat saya.
  • Baterainya tahan lama. Bisa bertahan berminggu-minggu tanpa dikasih makan.
  • Tidak membuat mata lelah meski dibaca dalam waktu lama.
  • Dibaca di bawah matahari juga tidak berbayang, pengaturan cahayanya juga otomatis. Bebas ribet.  


Kekurangannya: 
  • Layarnya memang sengaja tidak dirancang sesensitif tablet/handphone. Menghindari tertekan lalu loncat berapa halaman. Namun kalau biasa megang handphone, begitu menyentuh kindle yang tidak cukup dibelai tapi harus ditoel dengan niat baru bereaksi, ya agak kesal juga sih. Dingin amat sis.
  • Hitam putih, jadi tidak cocok untuk buku anak-anak yang biasanya warna-warni. 
  • Harga buku-bukunya mahal. Dolar ceu. Satu buku ratusan ribu jua. Meski saya pernah mendapat buku seharga $1. Tapi itu jarang. Buku yang sering saya beli kan novel-novel ringan menyenangkan hati, jadi bikin mikir-mikir kalau mengeluarkan uang ratusan ribu untuk bacaan model begini, bisa-bisa dipelototin suami. Apalagi kalau suami tahu harga novel terjemahannya tidak sampai setengahnya. 


Ngomong-ngomong soal harga novel terjemahan yang lebih murah dibandingkan aslinya, saya suka bertanya-tanya kenapa. Bukankan ada biaya tambahan untuk membayar penerjemahnya ya?


GOOGLE BOOK

Kelebihannya:
  • Sudah tentu tidak perlu membeli perangkat baru ya. Cukup menggunakan handphone/tablet yang dimiliki saat ini.
  • Google book punya animasi "membalik halaman", saya suka banget. Jadi seperti membaca buku benaran. 
  • Tersedia banyak buku lokal dan terjemahan, sehingga harga bukunya muraaaah banget. Saya pernah membeli novel Ziarah hanya Rp15ribu. Padahal di toko buku Rp40ribuan saja. Ih senang kan ya.. ya... Buku bahasa Inggris juga ada kog.


Yang saya tidak suka dari google book ini adalah:
  • Tidak nyaman di mata, mata jadi cepat lelah. Meski saya sudah memakai mode night vision, tetap saja masih terlalu terang. Dan tidak otomatis berubah mengikuti cahaya di luar. 
  • Baterainya mengikuti handphone. Jadi kalau hp mati, udah deh mati gaya. 
  • Setiap ganti buku baru, setingan ukuran huruf kembali ke awal. Jadi harus disetting kembali. 
  • Meski saat membuka google book, notifikasi dari aplikasi lain tidak muncul, tetap saja godaan untuk melihat sosial media muncul. Duh. Kalau di kindle karena tidak bisa mengakses sosial media, kita bisa membaca lebih fokus. Tapi jangan salah, ada kindle jenis lain yang dapat diinstall mainan. Jadi ya tetap rebutan dengan anak. _lirik suami_


PILIH YANG MANA

Jadi saat ini saya menggunakan dua versi buku digital, Kindle dan Google Book. Kindle untuk buku-buku berbahasa Inggris. Google Book untuk buku-buku yang tidak ada di kindle, seringnya sih yang berbahasa indonesia. Saya juga masih membeli buku fisik untuk buku-buku yang tidak tersedia di kedua perangkat ini. Kalau kamu baru pertama kali beralih ke buku digital, silahkan membeli Kindle kalau ada budget lebih dan memang ingin membaca buku bebahasa Inggris. Kalau tidak, install Google Book saja.  

19 December 2017

Setelah terdaftar di Flip, cara pendaftarannya bisa dibaca di sini ya,  kita sudah bisa melakukan transaksi. Sudah bisa belanja-belanja. Yay!! Racun banget ya ini infonya. Semoga saya ga diblok sama bapak-bapak ya.  

Pertama, sudah pasti Login dulu ya Bu-ibu.

Kedua, klik Kirim Uang.
Pilih bank yang akan digunakan untuk mengirimkan uang, pastikan rekening ini ada saldonya. Kalau ga ada, boleh suaminya dilirik manis dulu. Lalu masukkan nomor rekeningbank tujuan, dan saldo yang akan ditransfer. 

Sumber: Flip


Kalau sering mengirim uang ke rekening ini, rekeningnya bisa disimpan ke daftar favorit. Jadi untuk selanjutnya tinggal pilih rekening saja. 

Setelah memasukkan nomor rekening, Flip akan memverifikasi nama penerima sehingga kita tidak perlu khawatir Flip akan salah transfer. Caranya mudah cukup klik VERIFIKASI REKENING TUJUAN

Sumber: Flip

Kadang kalau setelah dua menit sistem belum menemukan nama penerima, kita diminta memasukkan sendiri. Nah nanti kalau nama yang kita ketikkan berbeda dengan nama di sistem mereka akan meminta kita membenarkan. Saya sempat kesulitan di bagian ini karena langsung menekan tombol lanjut. Saya kira akan dibawa ke halaman edit. Eh malah dikira sudah dibenarkan. bolak-balik begitu. Untung dipandu sama CSnya yang sabar dan baik. 

Kalau nama penerima sudah benar kita bisa klik  LANJUT KE PENGIRIMAN jika cuma ada satu rekening yang akan ditransfer, atau klik SIMPAN DAN BUAT TRANSAKSI LAGI jika ada beberapa rekening yang harus ditransfer. Iya... praktis banget. kalau hari itu belanja banyak, kita ga perlu bolak-balik transfer Bu-Ibu. Ga perlu bolak-balik mencet tombol atm/token yang berpotensi memperpanjang antrian ATM dan beresiko dilirik judes pengantri di belakang. Kita juga ga perlu berkali-kali mengirimkan sms banking. Semua cukup dilakukan sekali saja. Praktis dan tentunya hemat kan ya. 

Kalau sudah memasukkan rekening-rekening yang hendak ditransfer, silahkan dilanjutkan ke LANJUT KE PENGIRIMAN

KetigaReview Pengiriman. Di bagian ini pastikan kalau semua informasi (bank pengirim, rekening dan nama penerima, serta nominal) sudah benar. Nah di bagian ini kita juga akan mendapatkan kode unik yang akan menambah nominal yang harus ditransfer.



Apa??? Ada tambahan nominalnya? -zoom in zoom out- 

Jangan takut jangan bimbang, kode unik ini hanya untuk mempercepat verifikasi transfer uang. Jumlahnya akan disimpan di akun kita dan dapat dicairkan setelah mencapai Rp10ribu. Tu.... ga rugi kan ya. 

Kalau sudah begitu silahkan klik LANJUTKAN dan setujui syarat dan ketentuan transfer dengan mengklik SIAP, SAYA SETUJU.

Keempat, Kirim dan Konfirmasi Transfer. Nah, baru deh sekarang kita perlu mengantri di ATM atau mengeluarkan token atau mengirimkan sms banking. Kita cukup sekali saja mengirimkan uang ke rekening atas nama Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi. Tentunya di bank yang sama dengan yang kita miliki. Dan tentunya bebas biaya. Be-Bas-Bi-A-Ya-Trans-Fer-senyum-senyum girang sendirian-

sumber: Flip

Sesudah mentransfer silahkan klik tombol SAYA SUDAH TRANSFER. Nah selanjutnya kita tinggal menunggu Flip menproses transaksi ini dan mengirimkan bukti transaksinya.

Bukti transfer selain akan dikirimkan ke email kita, bisa juga dilihat di websitenya Flip. Nanti bisa dibagikan via whatsaapp ke penerima. Kalau kita tahu email penerima, bukti tranfernya juga bisa dikirimkan ke sana. Komplit banget sih Flip ini. Bikin jatuh cinta kan ya.

Apalagi aplikasinya ini santun banget. Saya dipanggil kakak terus. Duh berasa muda kan ya. Apalagi setiap waktu sholat mereka permisi untuk ibadah dulu. Uwuuuu. Duh.. ada yang mau dijadiin menantu ga ya. Gampang baper kalau dibaikin gini. 

Btw, mau tahu berapa yang sudah saya hemat selama setengah bulan memakai Flip? Rp65ribu dong. Banyak juga ya ternyataaaaaa. Kaget saya. Kalau ayam kebeli dua kilo itu.  Perbandingannya emak-emak sekali.

Psst ini juga bisa dipakai kalau ada yang nanya "Punya rekening BCA ga Sis?". Kita tinggal memasukkan rekening sendiri di tujuannya.  Lalu minta mereka mentransfer ke rekening Flip deh. Yuk ah bikin. 

Transfer Bebas Biaya dengan Flip

19 December 2017 capcai bakar

Setelah terdaftar di Flip, cara pendaftarannya bisa dibaca di sini ya,  kita sudah bisa melakukan transaksi. Sudah bisa belanja-belanja. Yay!! Racun banget ya ini infonya. Semoga saya ga diblok sama bapak-bapak ya.  

Pertama, sudah pasti Login dulu ya Bu-ibu.

Kedua, klik Kirim Uang.
Pilih bank yang akan digunakan untuk mengirimkan uang, pastikan rekening ini ada saldonya. Kalau ga ada, boleh suaminya dilirik manis dulu. Lalu masukkan nomor rekeningbank tujuan, dan saldo yang akan ditransfer. 

Sumber: Flip


Kalau sering mengirim uang ke rekening ini, rekeningnya bisa disimpan ke daftar favorit. Jadi untuk selanjutnya tinggal pilih rekening saja. 

Setelah memasukkan nomor rekening, Flip akan memverifikasi nama penerima sehingga kita tidak perlu khawatir Flip akan salah transfer. Caranya mudah cukup klik VERIFIKASI REKENING TUJUAN

Sumber: Flip

Kadang kalau setelah dua menit sistem belum menemukan nama penerima, kita diminta memasukkan sendiri. Nah nanti kalau nama yang kita ketikkan berbeda dengan nama di sistem mereka akan meminta kita membenarkan. Saya sempat kesulitan di bagian ini karena langsung menekan tombol lanjut. Saya kira akan dibawa ke halaman edit. Eh malah dikira sudah dibenarkan. bolak-balik begitu. Untung dipandu sama CSnya yang sabar dan baik. 

Kalau nama penerima sudah benar kita bisa klik  LANJUT KE PENGIRIMAN jika cuma ada satu rekening yang akan ditransfer, atau klik SIMPAN DAN BUAT TRANSAKSI LAGI jika ada beberapa rekening yang harus ditransfer. Iya... praktis banget. kalau hari itu belanja banyak, kita ga perlu bolak-balik transfer Bu-Ibu. Ga perlu bolak-balik mencet tombol atm/token yang berpotensi memperpanjang antrian ATM dan beresiko dilirik judes pengantri di belakang. Kita juga ga perlu berkali-kali mengirimkan sms banking. Semua cukup dilakukan sekali saja. Praktis dan tentunya hemat kan ya. 

Kalau sudah memasukkan rekening-rekening yang hendak ditransfer, silahkan dilanjutkan ke LANJUT KE PENGIRIMAN

KetigaReview Pengiriman. Di bagian ini pastikan kalau semua informasi (bank pengirim, rekening dan nama penerima, serta nominal) sudah benar. Nah di bagian ini kita juga akan mendapatkan kode unik yang akan menambah nominal yang harus ditransfer.



Apa??? Ada tambahan nominalnya? -zoom in zoom out- 

Jangan takut jangan bimbang, kode unik ini hanya untuk mempercepat verifikasi transfer uang. Jumlahnya akan disimpan di akun kita dan dapat dicairkan setelah mencapai Rp10ribu. Tu.... ga rugi kan ya. 

Kalau sudah begitu silahkan klik LANJUTKAN dan setujui syarat dan ketentuan transfer dengan mengklik SIAP, SAYA SETUJU.

Keempat, Kirim dan Konfirmasi Transfer. Nah, baru deh sekarang kita perlu mengantri di ATM atau mengeluarkan token atau mengirimkan sms banking. Kita cukup sekali saja mengirimkan uang ke rekening atas nama Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi. Tentunya di bank yang sama dengan yang kita miliki. Dan tentunya bebas biaya. Be-Bas-Bi-A-Ya-Trans-Fer-senyum-senyum girang sendirian-

sumber: Flip

Sesudah mentransfer silahkan klik tombol SAYA SUDAH TRANSFER. Nah selanjutnya kita tinggal menunggu Flip menproses transaksi ini dan mengirimkan bukti transaksinya.

Bukti transfer selain akan dikirimkan ke email kita, bisa juga dilihat di websitenya Flip. Nanti bisa dibagikan via whatsaapp ke penerima. Kalau kita tahu email penerima, bukti tranfernya juga bisa dikirimkan ke sana. Komplit banget sih Flip ini. Bikin jatuh cinta kan ya.

Apalagi aplikasinya ini santun banget. Saya dipanggil kakak terus. Duh berasa muda kan ya. Apalagi setiap waktu sholat mereka permisi untuk ibadah dulu. Uwuuuu. Duh.. ada yang mau dijadiin menantu ga ya. Gampang baper kalau dibaikin gini. 

Btw, mau tahu berapa yang sudah saya hemat selama setengah bulan memakai Flip? Rp65ribu dong. Banyak juga ya ternyataaaaaa. Kaget saya. Kalau ayam kebeli dua kilo itu.  Perbandingannya emak-emak sekali.

Psst ini juga bisa dipakai kalau ada yang nanya "Punya rekening BCA ga Sis?". Kita tinggal memasukkan rekening sendiri di tujuannya.  Lalu minta mereka mentransfer ke rekening Flip deh. Yuk ah bikin. 

13 December 2017

Flip, Transfer Antar Bank Tanpa Biaya

13 December 2017 capcai bakar

Ya ampun... ke mana saja. Bwahaha. Bwahaha. Untunglah saya mencoba Flip jadi ada postingan baru di blog ini. Btw, kalau yang kangen dengan cerita emak-emak ini silahkan follow instagram saja. Lebih update di situ, saat ini. Diprivate sih, soalnya banyak foto anak-anak, tapi asal nama akunnya bukan online shop, saya approve semua kog. 


Saya ini penggemar online shop, soalnya bisa dengan gampang membandingkan harga, hemat waktu, hemat tenaga, juga hemat ongkos makan. Pernah beberapa kali kecele sih, mulai dari bahannya tidak sebagus bayangan sampai uang hampir dibawa kabur. Cuma ya ga kapok karena lebih banyak cerita suksesnya ketimbang gagalnya. Apalagi sekarang penjualnya baik-baik, kenalan di instagram, tanya-tanya di whatsapp, lalu transaksi di marketplace, seperti tokopedia, bukalapak, atau shopee. Jadi kecil kemungkinan ketemu penjual yang mangkir. Nah, karena seringnya bertransaksi lewat marketplace yang punya rekening di berbagai bank, saya belum tertarik menggunakan Flip meskipun sudah lama melihat kemunculannya. Tiap bulan paling cuma lima rekening beda bank yang rutin ditransfer. Paling? Biaya transfer itu kesannya kecil ya, cuma Rp6.500. Tapi kalau ada lima rekening seperti saya saja biaya transfernya sudah Rp30ribu lebih. Lumayan buat beli pulsa. 

Karena merasa cuma Rp6.500, saat pertama kali mendengar tentang Flip yang menawarkan jasa transfer antar bank bebas biaya, saya tidak tertarik. Sampai ketika awal bulan Desember saya perlu mentransfer Rp18ribu saja ke bank lain. Biaya transfernya sepertiga aja dong. Baru deh mikir untuk memakai Flip dan saya suka. SUKA. Sangking sukanya sampai ingin membagi di blog.

Soalnya pakai Flip ini mudaaaah banget. Penjelasannya detail dan enak dibaca. Kalau bingung, hotline centernya juga responsif. Suka deh. Sangking mudahnya saya bertanya-tanya jangan-jangan bikin postingan soal flip ini ga guna. Hahaha. Yah semoga berguna ya, minimal kebayang bagaimana penggunaannya.

-->
Cara Kerja Flip Gimana Sih?

 

sumber: web Flip

Flip punya rekening di berbagai bank. Saat kita ingin mentrasfer beda bank, kita cukup mentransfer ke rekening flip yang sama dengan bank kita. Nanti Flip yang akan mengirimkan uang ke rekening bank lain.

Ada Biaya Transfernya?

Flip punya tiga tipe layanan; Reguler, Flip+, dan BigFlip.
  • Reguler, Gratis!! Tapi limit transaksi hariannya cuma Rp5juta.
  • Flip+ biayanya Rp2.500 per transaksi (mureh yeeee, bank aja Rp6.500 cuy), ga ada limit harian. Cuma per transaksi minimal Rp20juta.
  • Bigflip, untuk perusahaan-perusahan. 

Menurut saya sih untuk penggunaan mamah-mamah pendonor online shop layanan yang reguler, ini udah cukup banget. Kalau limitnya sudah lebih dari Rp5jt ya tinggal menunggu esok hari. Biar ga kaget lihat saldo yang tiba-tiba kosong gitu kan ya Bu-Ibu. Yay banget kan bu ibu?

Aman Ga Sih?

Flip berada di bawah pengawasan Direktorat Inovasi dan Inkubasi Universitas Indonesia, sudah berstatus PT, dan sudah terlisensi oleh Bank Indonesia. Jadi insyaallah aman ya bu-ibu. Data pengguna juga sudah dilindungi sehingga tidak bisa dipakai oleh pihak luar. Tenang kan ya. 

Bank yang Disupport Apa Saja?

Saat ini sudah ada bank-bank berikut:


Rasanya sih bank-bank yang umum udah ada semua ya. Kalau bank ibu-ibu belum ada, tidak perlu khawatir, nanti ada voting untuk menentukan bank lain.

Kalau ga ada juga? Pakai rekening suami aja. Saldonya juga pakai punya suami. Hahaha. Nanti yang didaftarkan suami. 

Menarik kan... Jadi ingin daftar kan ya? 

Cara daftarnya mudah banget. Mudah banget. Banget. Cuma perlu tiga tahap saja.

1. Buat akun di flip.id
  
Untuk membuat akun, hanya diperlukan username dan email. Atau lebih gampang lagi, kita bisa daftar pakai akun facebook. Ya ampun. Mudah ya.

2. Verifikasi data di website

Setelah terdaftar, selanjutnya kita masuk ke Flip, dan memasukkan data diri berupa nomor telepon. Nah nanti kita akan mendapatkan kode verifikasi.

Setelah memasukkan kode verifikasi kita tinggal memasukkan nomor identitas dan data-data identitas. Selesai deh.

3. Verifikasi tatap muka di Alfamart

Sesuai peraturan Bank Indonesia, pengguna Flip harus "melaporkan diri" ke Alfamart terdekat dengan membawa KTP dan uang Rp4ribu. Verifikasinya ga perlu jauh-jauh kog, ke Alfamart yang ada di daftar mereka.

Waktu saya mendaftar, saya menggunakan KTP Bandung dan berlokasi di Jakarta Selatan. Jadi memilih Alfamartnya yang ada di Jakarta Selatan. Alfamartnya banyaakkkkkk. Tinggal pilih dari daftar yang sudah ada. Kalau tidak ada di daftar berarti ga bisa ya.

Selesai deh. Setelah itu kita sudah bisa menggunakan jasa transfer Flip. Insyaallah langkah-langkahnya mudah dan sangat jelas di website Flip. Kalau bingung bisa baca tutorialnya di sini ya. 

 -----


Ya ampun.. panjang ya. Cara transfer uangnya dipostingterpisah deh. Biar saya bisa ngubek-ngubek online shop dulu. Masih banyak diskonan Harbolnas nih. Bhikik.

13 June 2017

Roti Jamuran

13 June 2017 capcai bakar

Sewaktu berbuka tadi,  saya baru sadar kalau roti tawar di rumah sudah berjamur. Bulan puasa sih ya,  frekuensi ngemil berkurang, jadi banyak makanan nyisa.  Iya, di rumah ini roti masuk kategori cemilan. 

Sambil membuang roti jamuran ini ke tong sampah,  saya jadi terkenang waktu awal-awal ngekos di Bandung.  Waktu masih ngekost berdua kakak. Waktu di kostan cuma ada satu kasur lipat tipis, jadi setiap malam ribut dulu siapa yang harus tidur di lantai. Waktu masih belajar ngatur uang.  Waktu uang bulanan sudah habis padahal masih tanggal 20-an. Dan waktu nelpon mama papa, saya diminta menunggu jadwal transferan biasa. 

Waktu itu,  berdasarkan hitung-hitungan kakak dan saya, uang kami ga akan cukup buat makan sampai ada transferan dari mama papa.  Mulailah dihitung sehari budgetnya berapa. Budget perhari saya cuma cukup buat beli biskuit 500an satu biji. Itupun sesudah mengeliminasi pos angkot, saya memutuskan jalan kaki sejauh 3km saja.  Lumayan ga perlu mikirin biaya angkot. 

Akhirnya sampai orang tua bisa ngirim uang,  saya harus menyumpal perut dengan biskuit 500perak, setiap hari.  Sebungkus saja.  Kenyang?  Ya enggak lah.

Masih lapar dong.  Banget malah.  Jadilah saya makan sisa roti yang udah jamuran. Untung waktu itu belum dibuang.  Untung juga perutnya kuat.  Ga kenapa-kenapa.  😁

Bulan depannya,  saya mulai ngatur strategi.  Memutuskan berjalan kaki ke sekolah, biar hemat ongkos.  Memutuskan jualan donat di kelas.  Lumayan dari satu kotak donat saya dapat gratis 1 buah donat.  Tiap hari bawa dua kotak.  Jadi pas istriahat pagi dan siang ada yang bisa dikunyah. Lalu buat makan sehari-hari saya ikut catering. 

Berhasil?  Ga.  Menjelang akhir bulan, cateringnya wanprestasi.  Sudah dibayar lunas untuk sebulan,  tapi ia tidak datang lagi.  Meninggalkan kotak-kotak makanan yang tidak diambil-ambil di kostan. Duh!

Saya butuh strategi baru untuk memastikan bulan depan kebutuhan pangan saya selama sebulan terjamin ketersediaannya.  Sayapun mulai mendekati ibu warteg langganan, untuk menitipkan uang makan selama sebulan.

Besaran uang makan yang saya titip cuma cukup buat makan sekali sehari dengan lauk bukan ayam.  Saya cuma bisa makan ayam seminggu sekali.  Strategi ini berhasil, bertahun-tahun saya menitipkan uang ke ibu warteg.  Saya bisa makan setiap hari meski cuma pakai tempe.  Toh nanti hari minggu saya bisa makan ayam. Begitu terus sampai ketemu Tuan Suami. 

Begitu punya pacar,  mulai deh makan malam, makan ayam bakar pinggir jalan,  makan steak javan,  nonton di bioskop,  dll.  Sampai sekarang tuan suami masih suka ngeledekin saya. Katanya kalau ga dipacarin pasti masih makan tempe sekali sehari sampai lulus kuliah 😅.

Kakak saya gimana?  Karena pengeluaran terbesar beliau adalah ongkos damri,  kakak akhirnya memutuskan numpang di rumah gurunya. Rumah ibu guru ini memang dekat sekolah.  Jadi kakak ga perlu bayar ongkos. Tapi malah saya yang ongkosnya nambah karena tiap minggu pergi ke tempat kakak.  Meski ga harus rebutan kasur lagi tiap malam,  tinggal tanpa kakak itu bikin kangen.  Tiap balik ke kostan dan menemukan kamar kosong,  saya sedih.

Saya sedih ga sih dulu kondisinya seperti itu?  Kesel?  Marah?  Ga.  Beneran ga.  Waktu itu sih dinikmatin aja. Kalau dikenang malah bikin ketawa-ketawa.  Sekarang malah berayukur karena jadi bisa belajar ngatur uang. Belanja bulanan di grosir karena lebih murah dari supermarket. Nitip uang ke warung sayur jadi tetap bisa makan ayam sampai akhir bulan. Dan banyak lagi.

Jadi,  bu-ibu dan bapak-bapak di luaran sana.  Kalau tidak bisa memberikan sesuatu buat anaknya,  gak perlu sedih berlarut-larut.  Anak-anak itu pembelajar kog.  Diajak susah ya bisa.  Diajak senang juga bisa. 

Ga sanggup ngasih ikan salmon ke anak?  Ya udah sih bebaskan aja, yang penting ga kelaparan.  Ga bisa mengkursuskan anak ke EF?  Ya gak masalah,  beli buku bahasa inggris bekas apa nonton film downloadan aja.  Ga bisa ikut purwacaraka?  Ga bisa ikut summer course ke luar negeri?  Ga masalah.  Beneran ga masalah.  Didoakan saja.  Doa orang tua itu kan mustajab.  Doakan nanti mereka lancar mikirnya,  bisa jago bahasa inggris,  jago musik,  bisa ke luar negeri dengan usaha mereka sendiri.  Didoakan saja.

04 January 2017

Baju Praktis buat pergi-pergi dan imunisasi

04 January 2017 capcai bakar

Iyaaa saya banyak hutang postingan blog. Satu-satu ya. Diselipin sembari mompa. Kalau ga berurut harap maklum. Yang penting keposting. Haha.

Tadinya saya mau jadiin ini postingan di Instagram, pendek soalnya. Tapi menurut saya orang lebih gampang nyari di blog daripada nyari di instagram. Terus banyak orang yang cerita kalau instagramnya mendadak hilang atau dihack. Jadi saya menyimpulkan lebih permanen blog dan fb (khususnya fb buat nyimpan foto-foto). Haha.

Okey, namanya punya anak bayi apalagi anak perempuan rasanya pengen beli banyak baju yaaa. Modelnya lucu-lucu dan beragam. Ga kayak baju anak lakik. Tapi sebagai emak-emak irit, saya sih berusaha nahan diri. Bayi itu cepat gede. Sayang aja kalau beli banyak-banyak. Kepakainya cuma sesekali. Bahkan bisa jadi ga kepakai.


Jadi, buat baju jalan-jalan bayi belum ada hashtag ini saya cuma punya 1 jumper suit tangan panjang dan 3 bodysuit tangan pendek. Yang tangan panjang beli second di carboot Edinburgh waktu mau nyicil keperluan bayi (untung aja waktu itu mutusin nunggu suami belinya.😅). Harganya cuma 50pences aja atau 9rb rupiah. Murah banget kan... Masih bagus banget padahal.

Sedangkan yang tangan pendek, semuanya hadiah. Jadi... Wahai para calon emak... Ga usah beli baju jalan yang banyak. Satu aja. Sisanya nunggu kado. Haha.

Nah terus kalau jalan-jalan, bayi belum ada hashtag ini cuma saya pakaiin pampers dan bodysuit lalu dibedong pakai bedong instan. Simpel. Ga kebanyakan layer yang bikin anaknya bete dan bikin emaknya repot pas ganti pampers.

Kalau imunisasi juga gampang, tinggal buka bedong instannya, udah deh paha dan lengan terpampang nyata. Silahkan disuntik.

Berapa bedong instan yang harus disediain? Saya cuma punya satu. Itupun punya dari jaman #captkid. Ini cukup banget. Soalnya cuma dipakai pas jalan-jalan aja. Kalau mau punya cadangan, dua atau tiga pcs kayaknya udah pas deh.

See? Ga perlu punya banyak!

16 August 2016

Capcai 30 Sekian. Lupa.

16 August 2016 capcai bakar


Nah kalau kali ini yang ultah saya, tapi sungguh... saya lupa ulang tahun ke berapa. Udah ga ngitung kali ya. Jadi suka beberapa kali pas ke rumah sakit dan ditanya umurnya berapa saya harus ngitung dulu. Pokoknya tiga puluhan sekian deh. Entah tiga puluh berapa. Hahaha.

Terus ulang tahunnya ngapain?

Ga ngapain-ngapain sih. Ga makan ke luar. Ga beli kue juga. Karena, capek habis dari Jakarta dan.. keuangan lagi ngepas, ngepas banget. Bwahahha. Iya nih.. persiapan road2UK nya butuh biaya banyak. Banyaknya sih buat ngurus-ngurus kesehatan sebelum anak-anak dan Tuan Suami dibawa. Bolak-balik ke dokter, berbagai macam dokter. Beli-beli buat keperluan di sana malah belum. Bismillah aja. 

Lalu seperti biasa yang ngucapin mama, papa, adek, kakak, sahabat-sahabat dari kecil, dan Jendral Kancil. Tapi tahun ini nambah dapat ucapan dari pacarnya si adek. Bwahahha. 

Karena ga ada kue, dan mungkin kasian sama istri, Tuan Suami eksperimen malam-malam bikin kue pas saya lagi tidur. Bahan-bahan yang mau dibikin buat pisang goreng, sama beliau diubah jadi bahan kue. Terus karena ga tau di mana mentega dan (mungkin) menghemat telur, kuenya ga pakai mentega dan telur. Saya dibangunin pas mau manggang karena ga ketemu cetakan kue di mana. Hahahhaa.

Kuenya jadi? Jadi sih.. tapi keras kata suami. Menurut suami ini kue gagal. Jadi beliau memutuskan membeli martabak telur dan es krim. Kata saya sih kuenya masih kemakan. Habis juga dimakan saya dan Captain Kid. Soalnya saya dan Captain Kid lidahnya sama, apapun yang pakai coklat pasti enak. Hahaha. 

Suami eike manis kannnn... secara istrinya aja bikin kue kalau kesambet. Bikinin suami kue uang tahun aja belum pernah. Terlalu emang. 

Lalu itu Jendral Kancil diapain? Dijadiin kado kata Suami. Bwhahaha. Makasih ya. Kalian emang kado buat saya. Orang-orang sabar sama emak yang suka ngambek ga jelas dan ngomel panjang lebar. Muahhh!!!